Polres Indramayu Dampingi Penanaman Jagung 64,5 Hektare, Produksi Tembus 437 Ton pada 2026

Polres Indramayu Dampingi Penanaman Jagung 64,5 Hektare, Produksi Tembus 437 Ton pada 2026

INDRAMAYU — Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. menyatakan pihaknya menargetkan peningkatan produksi pangan, termasuk komoditas jagung, melalui dukungan lahan dan sumber daya manusia. Kegiatan penanaman jagung serentak di Jawa Barat itu mencakup total luasan 134 hektare, dengan 64,5 hektare di antaranya berada di Indramayu.

Dari sasaran 34 hektare di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, sebanyak 20 hektare telah ditanami pada kuartal ketiga tahun ini. Pengembangan jagung dilakukan bersama pemerintah daerah, kelompok tani, penyuluh pertanian, TNI, dan pihak terkait untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif.

Bantuan Sarana Produksi untuk Kelompok Tani

Polres Indramayu menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian kepada kelompok tani berupa satu unit mesin pemipil jagung, 300 kilogram benih jagung, dan enam ton pupuk. Bantuan itu menyasar kelompok tani yang terlibat langsung dalam penanaman di Kecamatan Gantar.

Prianggo menyebut dukungan lahan yang luas dan semangat petani menjadi modal utama meningkatkan produksi pangan. "Dengan dukungan lahan yang luas, sumber daya manusia, serta semangat para petani, kita memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan produksi pangan, termasuk komoditas jagung," katanya.

Ia mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, dinas terkait, penyuluh pertanian, kelompok tani, hingga pelaku usaha. "Kami mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi dan kolaborasi, baik pemerintah daerah, TNI-Polri, dinas terkait, penyuluh pertanian, kelompok tani, pelaku usaha, maupun seluruh masyarakat," ujarnya.

Peran Polisi: Menghubungkan Petani dengan Akses Pasar

Karo SDM Polda Jawa Barat Kombes Pol Fadly Samad menegaskan kepolisian membantu menghubungkan kebutuhan petani dengan instansi terkait, mulai dari pemanfaatan lahan hingga pemasaran hasil panen. Pendampingan dilakukan melalui pemetaan lahan, akses permodalan, penyediaan pupuk dan benih, pendampingan penyuluh pertanian, serta penyiapan akses pasar.

"Polisi bukan tugasnya menanam jagung, tetapi kehadiran kita untuk memastikan program pemerintah berjalan dan masyarakat, khususnya para petani, memiliki kepastian dalam melaksanakan kegiatan pertanian," katanya.

Fadly menyebut lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat dipetakan untuk komoditas yang sesuai dengan kondisi wilayah, termasuk jagung. Penanaman di Mekarwaru ditargetkan menghasilkan panen dalam tiga sampai empat bulan dengan produktivitas minimal lima ton per hektare.

"Tugas kita mendampingi dan memastikan program berjalan sehingga masyarakat semakin sejahtera," ujar dia.

Target Panen Tiga sampai Empat Bulan

Dengan produktivitas minimal lima ton per hektare, panen di Desa Mekarwaru dijadwalkan berlangsung tiga sampai empat bulan setelah tanam. Polres Indramayu bersama Polda Jawa Barat akan terus mendampingi kelompok tani hingga tahap pemasaran hasil panen.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index