PORTALVIRAL.ID — Peristiwa ini menjadi perhatian aparat setempat. Kepolisian Sektor Sunda Kelapa, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, langsung bergerak melakukan penyelidikan untuk mengungkap sumber api yang menghanguskan pemukiman di kawasan Muara Angke tersebut.
Penyelidikan dan Penanganan di Lokasi
Kanit Reskrim Polsek Sunda Kelapa, AKP Eri Suroto, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sejak Kamis pagi. Petugas juga telah memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk mengamankan barang bukti dan memudahkan proses investigasi.
"Pagi ini, kami sudah di lokasi kejadian, melakukan pemeriksaan dan pemasangan garis polisi," ujar Eri di Jakarta, Kamis (27/8).
Proses identifikasi dilakukan berkoordinasi dengan Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Petugas juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
"Untuk mengetahui penyebab kebakaran, tentu harus melalui penyelidikan dan pemeriksaan di Puslabfor Mabes Polri dalam mengungkap penyebab kebakaran," kata Eri.
Korban dan Dampak Kebakaran
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, dua orang dilaporkan mengalami luka-luka. Keduanya adalah warga berinisial BH (54) yang mengalami luka di bagian lutut dan petugas pemadam kebakaran (Damkar) berinisial TM (54) yang menderita luka tusuk di kaki.
"Kedua korban sudah dirujuk ke RS Atma Jaya Pluit untuk mendapatkan perawatan medis," ungkap Eri.
Dampak sosial dari kebakaran ini cukup besar. Sebanyak 180 kepala keluarga dengan total 720 jiwa kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka. Angka ini sesuai dengan data yang dihimpun dari lapangan oleh kepolisian dan petugas penanggulangan kebakaran.
Proses Pemadaman Lebih dari Lima Jam
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu menerjunkan personelnya sejak api pertama kali dilaporkan muncul pada pukul 18.54 WIB. Proses pemadaman berlangsung alot dan memakan waktu hingga lebih dari lima jam.
Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, menyatakan api baru berhasil dijinakkan pada Kamis dini hari. "Api baru berhasil dipadamkan pada Kamis dini hari pukul 00.12 WIB," katanya.
Setelah api padam, petugas masih melakukan proses pendinginan dan pengondisian lokasi untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Warga diimbau untuk tetap waspada dan menjauhi area yang telah diberi garis polisi demi keselamatan dan kelancaran proses penyelidikan.