JAKARTA - Upaya mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia tidak cukup hanya dengan menjual kendaraan ramah lingkungan.
Kesadaran inilah yang mendorong PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memanfaatkan ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 sebagai panggung strategis untuk menegaskan perannya dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang menyeluruh.
Melalui pendekatan berbasis digital dan penguatan infrastruktur, PLN berupaya memastikan pengguna kendaraan listrik mendapatkan pengalaman yang praktis, ekonomis, dan berkelanjutan sejak hari pertama penggunaan.
PLN hadir di IIMS 2026 tidak sekadar memamerkan teknologi kelistrikan, melainkan membawa konsep ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dalam satu platform.
Melalui aplikasi PLN Mobile, seluruh kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik—baik di rumah maupun saat bepergian dikonsolidasikan agar mudah diakses oleh masyarakat. Pendekatan ini menegaskan pergeseran peran PLN dari sekadar penyedia listrik menjadi mitra strategis dalam transisi energi nasional.
Vice President Pengelola Pemasaran PLN, Revanny Yudhistira, menegaskan bahwa perusahaan ingin membangun rasa aman dan keyakinan bagi pemilik kendaraan listrik.
“Kami ingin pemilik EV yakin, setelah membeli kendaraan listrik, seluruh kebutuhannya sudah didukung ekosistem yang lengkap lewat PLN Mobile,” ujarnya.
PLN Mobile Sebagai Pusat Layanan EV
Di IIMS 2026, PLN mengusung tema EV Ecosystem Powered by PLN Mobile – Your EV Partner. Tema ini mencerminkan posisi PLN Mobile sebagai pintu utama seluruh layanan kendaraan listrik.
Aplikasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pengguna secara menyeluruh, mulai dari layanan Home Charging Ultima, akses Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), hingga peta lokasi pengisian daya secara real-time.
Tidak hanya itu, PLN Mobile juga mendukung ekosistem pengisian daya untuk motor listrik, khususnya bagi mitra transportasi online yang semakin banyak beralih ke kendaraan listrik roda dua.
Dengan integrasi layanan dalam satu aplikasi, PLN berharap pengguna tidak lagi menghadapi hambatan teknis dalam mengelola kebutuhan pengisian daya kendaraan mereka.
Pendekatan digital ini sekaligus memperkuat posisi PLN Mobile sebagai super apps kelistrikan. Selain layanan EV, aplikasi ini mencakup pembelian token, pembayaran tagihan listrik, pengajuan berbagai layanan kelistrikan, hingga program loyalitas pelanggan. Integrasi tersebut dinilai memudahkan masyarakat sekaligus meningkatkan efisiensi layanan.
Home Charging Jadi Fondasi Pengisian Daya
PLN menilai pengisian daya di rumah atau home charging sebagai fondasi utama dalam penggunaan kendaraan listrik. Berdasarkan pola konsumsi pengguna, mayoritas pemilik EV melakukan pengisian daya pada malam hari, serupa dengan kebiasaan mengisi daya ponsel.
Untuk itu, Home Charging Ultima menjadi solusi yang didorong PLN agar masyarakat dapat menikmati pengisian daya yang lebih praktis dan ekonomis.
Melalui layanan ini, PLN menawarkan tarif diskon khusus pada pukul 22.00–05.00. Dengan skema tersebut, biaya pengisian daya dapat ditekan hingga sekitar Rp 178 per kilometer. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan biaya pengisian di SPKLU maupun biaya operasional kendaraan berbahan bakar bensin.
“Perbedaannya signifikan dan sangat terasa bagi pengguna,” kata Revanny.
Menurutnya, efisiensi biaya menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik, selain aspek lingkungan.
Dengan home charging, pengguna juga tidak perlu khawatir mengenai antrean atau ketersediaan stasiun pengisian. Kendaraan dapat diisi daya saat tidak digunakan, sehingga siap dipakai kembali keesokan harinya tanpa tambahan waktu tunggu.
Peran SPKLU Dan Perjalanan Jarak Jauh
Meski home charging menjadi basis utama, PLN menegaskan bahwa keberadaan SPKLU tetap memiliki peran krusial. SPKLU dibutuhkan untuk mendukung perjalanan jarak jauh, kondisi darurat, serta kebutuhan kendaraan operasional yang mobilitasnya tinggi. Di SPKLU, pengisian daya rata-rata hanya membutuhkan waktu 20–30 menit hingga baterai terisi penuh.
Melalui PLN Mobile, pengguna dapat memantau lokasi SPKLU secara real-time, termasuk informasi ketersediaan charger, kapasitas daya, dan antrean. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur trip planner yang membantu pengguna merencanakan perjalanan dengan lebih tenang, terutama saat melintasi rute jarak jauh.
PLN menilai kemudahan akses informasi ini penting untuk menghilangkan kekhawatiran masyarakat terhadap keterbatasan infrastruktur pengisian daya.
Dengan jaringan SPKLU yang terus diperluas, PLN ingin memastikan kendaraan listrik dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan tanpa kendala berarti.
Peluang Kemitraan Dan Insentif Pengguna
Selain memperkuat infrastruktur, PLN juga membuka peluang bisnis bagi mitra yang ingin terlibat dalam pengembangan SPKLU. Skema kemitraan dirancang terbuka dan transparan, mulai dari proses pendaftaran hingga panduan teknis yang dapat diakses langsung melalui PLN Mobile. Langkah ini diharapkan mendorong partisipasi sektor swasta dalam memperluas jaringan pengisian daya nasional.
Selama IIMS 2026, PLN turut menghadirkan program Power Up Event berupa diskon 50% untuk layanan tambah daya. Program ini dapat dimanfaatkan pengunjung dengan cara check-in dan bertransaksi melalui PLN Mobile. Promo tersebut berlaku secara nasional dan dapat digunakan untuk seluruh ID pelanggan di Indonesia.
Respons pengunjung terhadap layanan dan promo PLN terbilang positif. Sejumlah pengguna menilai pengisian daya di rumah lebih murah dan praktis, sementara jaringan SPKLU PLN dinilai luas serta kompatibel dengan berbagai merek kendaraan listrik. Hal ini memperkuat persepsi bahwa ekosistem EV di Indonesia semakin matang dan siap mendukung pertumbuhan pengguna.
Dengan penguatan layanan digital dan infrastruktur, PLN menegaskan komitmennya memastikan adopsi kendaraan listrik tidak berhenti pada tahap pembelian. Lebih dari itu, PLN ingin menghadirkan pengalaman penggunaan yang nyaman, ekonomis, dan berkelanjutan.
“PLN hadir sebagai partner pengguna EV. Your EV Partner,” tutup Revanny.