MBG

Survei Indikator Ungkap Kepuasan Publik Terhadap Program MBG Prabowo

Survei Indikator Ungkap Kepuasan Publik Terhadap Program MBG Prabowo
Survei Indikator Ungkap Kepuasan Publik Terhadap Program MBG Prabowo

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus menjadi sorotan publik. 

Program yang menyasar pemenuhan gizi anak-anak Indonesia ini tidak hanya dinilai dari aspek pelaksanaan teknis, tetapi juga dari dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. 

Hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa mayoritas warga menyatakan puas terhadap program MBG, dengan tingkat kepuasan tertinggi datang dari kelompok generasi muda, khususnya Generasi Z.

Temuan ini mengindikasikan bahwa MBG telah diterima secara luas sebagai salah satu program sosial strategis pemerintah. Meski demikian, survei juga mengungkap adanya catatan kritis yang perlu diperhatikan, terutama terkait kualitas pelaksanaan dan persepsi publik di wilayah perkotaan.

Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Program MBG

Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, sebanyak 12,2 persen responden menyatakan sangat puas terhadap program MBG, sementara 60,6 persen mengaku cukup puas. Dengan demikian, total tingkat kepuasan publik terhadap program tersebut mencapai 72,8 persen. 

“Jadi memang yang sangat puas 12,2 persen dan cukup puas 60,6 persen,” ujar Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi.

Di sisi lain, survei juga mencatat adanya kelompok masyarakat yang menyatakan kurang puas dan tidak puas. Responden yang merasa kurang puas tercatat sebesar 19,9 persen, sedangkan yang tidak puas sama sekali mencapai 4,5 persen. Adapun responden yang tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 2,8 persen. 

“Yang kurang puas atau tidak puas total 24,4 persen,” jelas Burhanuddin.

Burhanuddin menilai bahwa meskipun tingkat kepuasan tergolong tinggi, jumlah responden yang benar-benar merasa sangat puas masih relatif kecil. “Kalau yang puas total 72,8 persen, tapi yang betul-betul sangat puas itu masih ‘selo’ gitu ya, masih 12,2 persen,” ujarnya.

Potensi Perubahan Sikap Publik Terhadap MBG

Menurut Burhanuddin, kelompok responden yang merasa cukup puas merupakan kelompok yang sikapnya masih dinamis dan berpotensi berubah. Ia menekankan bahwa kualitas pelaksanaan program akan sangat menentukan apakah kepuasan publik dapat meningkat atau justru menurun.

“Yang cukup puas ini sangat mungkin berubah sesuai dengan kondisi tergantung kemampuan BGN untuk memperbaiki baik kualitas terutama, maupun isu-isu negatif yang selama ini muncul, misalnya isu keracunan,” kata Burhanuddin.

Temuan ini menjadi sinyal penting bagi Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pelaksana program. Konsistensi kualitas, keamanan makanan, serta respons cepat terhadap isu di lapangan dinilai krusial agar program MBG tetap mendapatkan kepercayaan publik dalam jangka panjang.

Gen Z Paling Puas, Jakarta Terendah

Dari sisi demografi, survei menunjukkan bahwa Generasi Z menjadi kelompok paling puas terhadap program MBG. “Kalau kita lihat siapa yang puas? Gen Z. Gen Z 80,7 persen puas,” ujar Burhanuddin. 

Tingginya tingkat kepuasan di kalangan generasi muda ini menunjukkan bahwa program MBG dinilai relevan dengan kebutuhan mereka.

Sementara itu, berdasarkan latar belakang etnis, warga etnis Madura masih menunjukkan mayoritas kepuasan, meskipun tingkat kepuasannya berada di bawah 60 persen. 

“Mayoritas puas ya warga Madura, etnik Madura, tetapi tingkat kepuasannya di bawah 60 persen,” kata Burhanuddin.

Dari sisi pendidikan, responden berpendidikan perguruan tinggi mencatat tingkat kepuasan sebesar 62 persen, lebih rendah dibandingkan responden berpendidikan SD. Adapun dari sisi wilayah, warga desa cenderung lebih puas dibandingkan warga perkotaan. Jakarta menjadi wilayah dengan tingkat kepuasan terendah.

“Semua wilayah puas kecuali Jakarta, tingkat kepuasannya itu sedikit di atas 50 persen, jadi tepatnya 52 persen warga Jakarta yang puas,” ujar Burhanuddin.

 Ia menambahkan bahwa warga Jakarta juga menjadi kelompok dengan tingkat ketidakpuasan tertinggi terhadap program MBG.

Korelasi MBG Dengan Penilaian Kinerja Presiden

Survei Indikator juga menemukan adanya korelasi kuat antara kepuasan terhadap program MBG dengan kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Burhanuddin menyebutkan bahwa warga yang puas terhadap MBG cenderung memiliki tingkat kepuasan yang jauh lebih tinggi terhadap kinerja Presiden.

“Ada indikasi semakin puas terhadap program MBG, kepuasan terhadap Pak Prabowo lebih tinggi lagi, 88,5 persen,” ujar Burhanuddin. Sebaliknya, dari kelompok responden yang tidak puas terhadap MBG, hanya sekitar 11 persen yang tetap puas terhadap kinerja Presiden Prabowo.

Namun demikian, Burhanuddin juga menyoroti kelompok responden yang berada di posisi “abu-abu”. “Dari 24,4 persen warga yang tidak puas terhadap MBG, 55 persennya puas sama Pak Prabowo kinerja Prabowo,” kata Burhanuddin. 

Meski begitu, 43,7 persen responden yang tidak puas terhadap MBG juga menyatakan tidak puas terhadap kinerja Presiden.

Menurut Burhanuddin, temuan ini menjadi peringatan penting bagi BGN. “Artinya seperempat warga yang tidak puas terhadap MBG itu cenderung, dibanding dengan yang puas terhadap MBG, itu cenderung tidak puas dengan kinerja Presiden Prabowo,” ujarnya. 

“Ini penting buat BGN untuk memperbaiki kinerjanya. Kalau misalnya program MBG ini ketidakpuasannya meningkat, itu punya implikasi terhadap kinerja Pak Prabowo di mata publik,” lanjutnya.

Dalam survei yang sama, mayoritas responden juga menyatakan dukungan agar program MBG diberikan kepada seluruh anak Indonesia tanpa memandang latar belakang ekonomi. Dukungan terhadap skema universal coverage ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, seiring semakin banyaknya warga yang merasakan manfaat langsung program MBG.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index