Kisah Inspiratif Mbah Painah: Penjual Daun Pisang yang Sukses Berhaji

Kisah Inspiratif Mbah Painah: Penjual Daun Pisang yang Sukses Berhaji
Mbah Painah, penjual daun pisang asal Wonosobo.

MAKKAH — Di balik hiruk-pikuk jutaan jemaah di Tanah Suci, terselip kisah inspiratif dari seorang perempuan sederhana bernama Mbah Painah (65). 

Warga asal Wonosobo ini berhasil mewujudkan impian menunaikan ibadah haji berkat kedisiplinannya menjual daun pisang selama puluhan tahun.

Selama 35 tahun, rutinitas Mbah Painah tidak pernah berubah. Sejak pukul 01.30 dini hari, ia sudah bangun untuk menyiapkan dagangannya. 

Setiap hari, ia memanggul tumpukan daun pisang dengan berjalan kaki menyusuri lima desa untuk melayani pesanan warung-warung dan hajatan warga.

Ketangguhan fisiknya bukanlah hal baru; bagi Mbah Painah, berjalan kaki sejauh jarak Shafa ke Marwah saat ibadah haji terasa ringan karena ia sudah terbiasa menempuh jalanan desa setiap hari selama puluhan tahun.

Impian ke Baitullah ini ia wujudkan dengan cara menabung uang hasil jerih payahnya. Meskipun hanya mampu menyisihkan sekitar Rp200.000 setiap bulannya melalui arisan atau tabungan PKK, Mbah Painah tetap konsisten melakukannya selama 18 tahun.

Perjalanannya ke Tanah Suci kali ini terasa emosional, mengingat seharusnya ia berangkat bersama mendiang suaminya. 

Namun, takdir berkata lain; sang suami tidak lolos syarat kesehatan, sehingga porsi haji tersebut dilimpahkan kepada anak mereka yang kini mendampinginya.

Kini, setelah seluruh rangkaian ibadah haji selesai, Mbah Painah tetap mempertahankan kesederhanaannya. Ia berencana kembali ke rutinitas lamanya berjualan daun pisang setibanya di Indonesia. 

Baginya, kekayaan sesungguhnya bukanlah harta, melainkan kesehatan dan keberkahan keluarga. Ke depannya, ia masih menyimpan satu impian besar: bisa menunaikan ibadah umrah bersama suami tercinta.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index