Prabowo dan MBZ Buka Puasa Bersama Pererat Persahabatan Indonesia-UEA

Jumat, 27 Februari 2026 | 11:56:51 WIB
Prabowo dan MBZ Buka Puasa Bersama Pererat Persahabatan Indonesia-UEA

JAKARTA - Dalam suasana penuh kebersamaan dan kehangatan, Presiden Indonesia Prabowo Subianto berbuka puasa bersama Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) pada Kamis, 26 Februari 2026, di Qasr Al Bahr, Abu Dhabi.

 Momen yang menggabungkan kekhidmatan bulan Ramadan dengan ikatan persahabatan antar negara ini, turut menambah erat hubungan antara Indonesia dan UEA. 

Prabowo mengunggah momen spesial tersebut melalui akun media sosial pribadinya, @prabowo, dengan ungkapan syukur, "Alhamdulillah, di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, saya berkesempatan berbuka puasa bersama Presiden Uni Emirat Arab, Yang Mulia Mohamed bin Zayed Al Nahyan."

Buka Puasa yang Mempererat Persahabatan Indonesia dan UEA

Meskipun Ramadan adalah waktu beribadah, di bulan ini juga terbuka kesempatan untuk mempererat hubungan antar bangsa, salah satunya melalui kegiatan sosial seperti buka puasa bersama. Pertemuan ini bukan sekadar ajang berbuka, tetapi juga simbol persahabatan yang mendalam antara Indonesia dan UEA. 

Prabowo menyebutkan bahwa kesempatan berbuka puasa ini adalah momentum yang penting untuk memperkuat hubungan diplomatik kedua negara dan memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan. Hal ini semakin bermakna karena pada tahun 2026 ini, Indonesia dan UEA merayakan 50 tahun hubungan diplomatik.

"Silaturahmi ini menjadi momentum untuk mempererat persahabatan serta memperkuat kerja sama strategis Indonesia dan UEA bagi kesejahteraan rakyat kedua bangsa," ujar Prabowo dalam keterangan tertulisnya. 

Tentu saja, momen kebersamaan ini tidak hanya terbatas pada acara buka puasa, melainkan juga menjadi ajang untuk saling berbagi pandangan dan mendiskusikan berbagai isu penting yang menjadi perhatian kedua negara.

Pertemuan Bilateral yang Konstruktif

Selain berbuka puasa bersama, kedua pemimpin negara tersebut melanjutkan dengan dialog yang lebih mendalam mengenai berbagai isu global dan regional. Di Istana Qasr Al Bahr yang megah, Prabowo dan MBZ memimpin pertemuan bilateral di bawah pepohonan palem Abu Dhabi yang rimbun. Taman terbuka dengan cahaya senja menciptakan suasana yang lebih akrab dan hangat bagi kedua kepala negara yang telah lama menjalin hubungan baik ini.

Sekretariat Presiden menyebutkan bahwa kedua pemimpin tidak hanya berbicara dalam suasana resmi, tetapi juga menggelar pertemuan empat mata (tête-à-tête) yang sangat pribadi dan terbuka. 

Hal ini mencerminkan kedekatan yang terjalin antara mereka, serta tekad bersama untuk memperkuat hubungan bilateral yang sudah terjalin erat selama ini. Dalam pertemuan tersebut, berbagai agenda strategis dibahas dengan fokus pada penguatan kerja sama di berbagai bidang, termasuk energi, infrastruktur, serta upaya bersama dalam menyelesaikan masalah-masalah internasional.

Makna Penting Perayaan 50 Tahun Hubungan Indonesia-UEA

Pentingnya pertemuan ini juga terletak pada makna simbolisnya, yakni perayaan setengah abad hubungan diplomatik Indonesia dan UEA. Pada tahun 2026, Indonesia dan UEA memperingati 50 tahun kerja sama diplomatik yang telah menciptakan banyak manfaat, baik bagi kedua negara maupun masyarakatnya. 

Di tengah hubungan yang terus berkembang, kedua negara kini memiliki kesempatan untuk memperdalam kerja sama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.

Selain itu, pertemuan ini juga menegaskan komitmen kedua negara untuk memperdalam kolaborasi yang tidak hanya saling menguntungkan dalam jangka pendek, tetapi juga berorientasi pada pembangunan jangka panjang. Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara, dan UEA, sebagai salah satu negara dengan ekonomi terbesar di kawasan Teluk, memiliki banyak potensi untuk saling mendukung dalam banyak sektor, termasuk perdagangan, investasi, serta penyelesaian masalah keamanan global.

Kehadiran Para Pejabat Terkemuka dalam Kunjungan Prabowo

Selama kunjungan ini, Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi Indonesia, termasuk Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Tak hanya itu, Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Judha Nugraha, dan Direktur Utama PT. Pindad (Persero), Sigit P. Santosa, juga turut hadir mendampingi Prabowo dalam acara yang penting ini. 

Kehadiran pejabat-pejabat penting ini menunjukkan betapa seriusnya Indonesia dalam menjaga hubungan diplomatik dan memperluas kerja sama strategis dengan UEA.

Sementara itu, Presiden MBZ juga didampingi oleh pejabat-pejabat senior dari pemerintahannya, termasuk Wakil Ketua Mahkamah Kepresidenan Hamdan bin Mohamed Al Nahyan, Penasihat Mahkamah Kepresidenan Mohamed bin Hamad Al Nahyan, serta sejumlah Menteri dari kabinet UEA. 

Kehadiran tokoh-tokoh ini semakin menegaskan pentingnya pertemuan bilateral ini dalam mengarahkan masa depan hubungan kedua negara yang lebih solid dan berkelanjutan.

Dialog yang Membangun Hubungan yang Lebih Kuat

Buka puasa bersama dan pertemuan bilateral tersebut bukan hanya sekadar acara simbolik. Ini adalah bagian dari komitmen kedua negara untuk terus bekerja sama dalam menyelesaikan berbagai isu global. Di antaranya adalah masalah keamanan di kawasan Timur Tengah, serta penyelesaian konflik seperti di Gaza. 

Prabowo dan MBZ telah menegaskan pentingnya mencari solusi damai dalam setiap persoalan yang dihadapi dunia, dan Indonesia serta UEA berjanji untuk terus berperan aktif dalam mencapainya.

Kedekatan yang tercipta dalam pertemuan ini menunjukkan bahwa hubungan Indonesia-UEA tidak hanya sebatas hubungan diplomatik formal, tetapi juga berdasarkan persahabatan yang tulus antara kedua negara. 

Momen berbuka puasa ini menjadi simbol dari upaya untuk mempererat tali persaudaraan dan memperkuat komitmen kerja sama yang akan menguntungkan kedua bangsa di masa depan.

Terkini