Kedatangan Prabowo Disambut Wakil Presiden Gibran Usai Lawatan Kenegaraan

Jumat, 27 Februari 2026 | 11:56:47 WIB
Kedatangan Prabowo Disambut Wakil Presiden Gibran Usai Lawatan Kenegaraan

JAKARTA - Pada Jumat pagi, 27 Februari 2026, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali ke Tanah Air setelah menjalani rangkaian kunjungan kenegaraan di empat negara sahabat. 

Pesawat Kepresidenan Garuda Indonesia-1 yang mengangkut beliau mendarat di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 08.26 WIB. Dengan cuaca yang sedikit mendung dan rintik hujan, kedatangan Presiden disambut langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Momen ini menjadi simbol berakhirnya rangkaian perjalanan penting yang bertujuan mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara sahabat di dunia internasional.

Kedatangan Presiden yang Penuh Makna

Presiden Prabowo tiba di Indonesia setelah menuntaskan lawatan kenegaraan yang sangat strategis. Ia telah mengunjungi Amerika Serikat, Inggris, Yordania, dan Uni Emirat Arab (UEA). 

Kunjungan tersebut dirancang untuk memperkuat hubungan diplomatik serta meningkatkan kerja sama strategis Indonesia dengan negara-negara tersebut, yang tentunya akan memberikan manfaat besar bagi kemajuan Indonesia, baik di bidang politik, ekonomi, maupun sosial.

Sesampainya di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Presiden disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Selain Wapres Gibran, beberapa pejabat tinggi negara lainnya juga turut menyambut, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

Kehadiran mereka menggambarkan rasa hormat dan pentingnya kunjungan ini dalam konteks hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara yang telah dikunjungi.

Tujuan Kunjungan Kenegaraan yang Strategis

Kunjungan Presiden Prabowo kali ini bukan hanya untuk menghadiri pertemuan formal, melainkan juga untuk menegaskan komitmen Indonesia dalam mempererat hubungan internasional. Di Amerika Serikat, Presiden Prabowo berkesempatan menghadiri pertemuan Board of Peace yang pertama kali digelar di Washington DC. 

Salah satu agenda utama kunjungan tersebut adalah pertemuan dengan Presiden Donald Trump, yang menghasilkan penandatanganan kesepakatan terkait tarif dagang yang diyakini akan memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara.

Di Inggris, kunjungan Presiden Prabowo lebih fokus pada dunia industri dan teknologi. Di London, beliau turut menyaksikan penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara BPI Danantara dan perusahaan teknologi terkemuka, Arm Limited. Perjanjian ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat sektor teknologi di tanah air dan menciptakan ekosistem yang lebih inovatif.

Diplomasi Perdamaian di Timur Tengah

Selain urusan ekonomi dan teknologi, kunjungan Presiden Prabowo ke Yordania juga membawa misi yang sangat penting, yakni perdamaian di Timur Tengah. Setibanya di Yordania, Presiden Prabowo disambut oleh Putra Mahkota Pangeran Hussein bin Abdullah al-Hashimi dan langsung melanjutkan agenda pertemuan dengan Raja Abdullah II. 

Pembahasan utama dalam pertemuan ini adalah isu perdamaian Palestina, yang hingga kini menjadi salah satu perhatian utama Indonesia dalam kancah politik internasional. 

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia konsisten mendukung Palestina dalam perjuangan mereka untuk mendapatkan kemerdekaan dan perdamaian yang layak.

Tidak hanya berhenti di Yordania, lawatan Presiden Prabowo dilanjutkan dengan kunjungan ke Uni Emirat Arab (UEA). Di Abu Dhabi, beliau bertemu dengan Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ). Pembicaraan antara kedua pemimpin negara ini berfokus pada penguatan kerja sama bilateral yang lebih dalam, mencakup berbagai sektor seperti energi, infrastruktur, dan perdagangan. 

Dalam kesempatan ini, Presiden Prabowo juga bertemu dengan diaspora dan mahasiswa Indonesia yang berada di UEA, yang memberikan suasana hangat dan penuh semangat dalam pertemuan tersebut.

Perjalanan Diplomatik yang Didampingi Pejabat Pemerintah

Selama perjalanan diplomatik ini, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi dari kabinet Indonesia, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Asisten Khusus Presiden RI Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan. 

Kehadiran para pejabat ini menunjukkan betapa serius dan strategisnya misi yang diemban oleh Presiden dalam rangka membangun hubungan internasional yang saling menguntungkan.

Kunjungan ini juga merupakan langkah nyata untuk mengoptimalkan posisi Indonesia dalam kancah global. Melalui kerja sama yang lebih erat dengan negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Inggris, serta negara-negara di Timur Tengah seperti Yordania dan UEA, Indonesia menunjukkan bahwa negara ini siap berperan lebih besar dalam diplomasi internasional.

Kunjungan yang Berhasil Memperkuat Hubungan Diplomatik

Secara keseluruhan, rangkaian lawatan kenegaraan yang dilakukan Presiden Prabowo di empat negara sahabat ini berhasil mencapai tujuannya untuk memperkuat hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara tersebut. Tidak hanya dalam aspek ekonomi dan perdagangan, namun juga dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia, terutama di Timur Tengah yang penuh tantangan. 

Diharapkan dengan kerja sama yang semakin erat ini, Indonesia akan semakin dikenal di kancah internasional sebagai negara yang berkomitmen dalam memajukan hubungan bilateral yang saling menguntungkan, serta berperan aktif dalam menciptakan perdamaian global.

Setelah menyelesaikan perjalanan ini, Presiden Prabowo kembali ke Indonesia dengan berbagai pencapaian diplomatik yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi Indonesia dalam jangka panjang. Lawatan kenegaraan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo ini menjadi bukti bahwa Indonesia semakin memperkuat posisinya di dunia internasional melalui kerja sama strategis dengan negara-negara besar dan sahabat.

Terkini