MMP Perkuat Keselamatan Kerja Jelang Operasi Smelter Nikel

Senin, 09 Februari 2026 | 11:06:28 WIB
MMP Perkuat Keselamatan Kerja Jelang Operasi Smelter Nikel

JAKARTA - Menjelang masuknya fase operasi komersial smelter nikel, PT Mitra Murni Perkasa (MMP) menegaskan kembali bahwa keselamatan dan kesehatan kerja bukan sekadar pelengkap kegiatan operasional.

 Anak usaha MMS Group Indonesia (MMSGI) ini memanfaatkan peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 sebagai momentum strategis untuk memperkuat budaya keselamatan di seluruh lini kerja. 

Langkah tersebut diposisikan sebagai fondasi utama keberlanjutan operasional, sejalan dengan dinamika industri pertambangan dan pengolahan nikel yang menuntut keandalan tinggi.

Peringatan Bulan K3 Nasional 2026 di lingkungan MMP selaras dengan arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada pembukaan Bulan K3 Nasional Pertambangan 2026. 

Pemerintah menekankan bahwa keselamatan kerja merupakan investasi strategis industri, bukan sekadar kewajiban regulatif. 

Dalam konteks ini, MMP menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat sistem pengelolaan K3 sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari produktivitas, tata kelola perusahaan, serta keandalan operasional smelter nikel yang tengah dipersiapkan.

Rekam Jejak K3 Sepanjang Operasional

Sepanjang 2025, MMP mencatatkan sejumlah capaian utama dalam aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Perusahaan berhasil mempertahankan target zero fatality di seluruh area operasional. 

Selain itu, MMP juga membukukan lebih dari 10 juta jam kerja tanpa Lost Time Injury (LTI), sebuah indikator penting dalam menilai efektivitas penerapan sistem K3 di lingkungan kerja berisiko tinggi seperti smelter nikel.

Capaian tersebut diraih dengan keterlibatan sekitar 3.000 pekerja dan mitra kerja sepanjang tahun. Manajemen menilai hasil ini mencerminkan konsistensi penerapan standar keselamatan yang disiplin dan menyeluruh. 

Budaya keselamatan tidak hanya dibangun melalui kebijakan tertulis, tetapi juga melalui kolaborasi aktif seluruh insan kerja, pengawasan operasional yang ketat, serta peningkatan sistem manajemen risiko secara berkelanjutan.

Division Head Operation MMP, Totok Risdianto, menegaskan bahwa pengelolaan K3 dipandang sebagai investasi strategis yang mendukung keandalan operasional perusahaan ke depan. 

“Bagi MMP, K3 bukan sekadar kepatuhan, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan operasi smelter. Penguatan training, prosedur kerja, hingga sistem emergency response merupakan bagian dari langkah terukur kami untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berdaya saing,” jelas Totok.

Budaya Keselamatan Dan Kepemimpinan Safety

Menurut Totok, pencapaian keselamatan kerja yang telah diraih menjadi motivasi untuk terus memperkuat disiplin dan kepemimpinan keselamatan di seluruh lini operasional. 

Ia menekankan bahwa keberhasilan program K3 tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga oleh komitmen individu dalam menjalankan prosedur kerja dengan konsisten.

“Kami terus berupaya mempertahankan pencapaian keselamatan kerja, termasuk target zero fatality, melalui penguatan budaya safety leadership dan disiplin prosedur di seluruh area kerja. Bulan K3 Nasional menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam memastikan operasional berjalan dengan aman dan andal,” ujarnya.

Pendekatan ini dilakukan dengan menempatkan keselamatan sebagai nilai bersama, bukan hanya tanggung jawab unit tertentu. Dengan demikian, pengelolaan risiko dapat dilakukan secara kolektif dan berkesinambungan, seiring meningkatnya kompleksitas kegiatan operasional smelter.

Penguatan Sistem Dan Kesiapsiagaan Darurat

Sebagai bagian dari penguatan sistem K3 dan kesiapsiagaan operasional, sepanjang 2025 MMP secara bertahap melengkapi kapasitas tanggap darurat dengan personel dan fasilitas pendukung. 

Perusahaan menyiagakan tim medis yang terdiri dari satu dokter dan lima paramedis yang beroperasi dalam dua shift. Langkah ini diambil untuk memastikan respons medis yang cepat dan memadai apabila terjadi kondisi darurat di area kerja.

Selain itu, MMP membentuk Tim Emergency Response yang beranggotakan delapan personel, juga terbagi dalam dua shift. Tim ini disiapkan untuk menangani berbagai skenario kedaruratan yang mungkin terjadi selama kegiatan operasional smelter. 

Dari sisi sarana, perusahaan mengadakan satu unit fire truck serta melengkapi peralatan medis dan emergency yang relevan dengan kebutuhan operasional.

Dalam memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan, MMP menjalin kerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk penanganan keadaan darurat di wilayah perairan. 

Perusahaan juga bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Balikpapan untuk respons darurat di darat, serta Rumah Sakit Pertamina Balikpapan sebagai rumah sakit rujukan apabila diperlukan proses evakuasi maupun layanan medis lanjutan.

Langkah-langkah tersebut disebut sebagai bagian dari penguatan ekosistem K3 yang profesional dan andal. Tidak hanya berhenti pada kebijakan, penguatan juga difokuskan pada kesiapan operasional harian yang mampu menjawab berbagai potensi risiko secara cepat dan terukur.

Agenda Perbaikan Dan Fokus 2026

Memasuki 2026, MMP menetapkan sejumlah langkah perbaikan yang difokuskan pada peningkatan kesiapsiagaan keadaan darurat, seiring dengan persiapan menuju fase operasi komersial smelter nikel.

 Rencana ini mencakup pembangunan ruang medis dan emergency response yang lebih permanen dan representatif, guna mendukung respons yang lebih optimal.

Selain itu, perusahaan juga merencanakan optimalisasi fungsi seluruh fire hydrant serta sistem pencegahan kebakaran, termasuk pengadaan perangkat tambahan untuk mendukung respons cepat. Penyediaan ambulance car menjadi bagian dari rencana penguatan sistem evakuasi darurat yang lebih terintegrasi.

Seluruh inisiatif tersebut diperkuat dengan pembaruan prosedur kerja di masing-masing area, identifikasi bahaya dan risiko secara berkelanjutan, serta pelaksanaan audit Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH) secara berkala. 

MMP menyatakan pendekatan ini dilakukan secara terukur dan kolaboratif, dengan menempatkan pengelolaan K3 sebagai fondasi utama dalam membangun operasional smelter yang aman, andal, dan berkelanjutan di tengah dinamika industri pertambangan dan pengolahan nikel nasional.

Terkini