Hilirisasi Ayam

Pembangunan Hilirisasi Ayam Terintegrasi Kunci Ketahanan Pangan Nasional

Pembangunan Hilirisasi Ayam Terintegrasi Kunci Ketahanan Pangan Nasional
Pembangunan Hilirisasi Ayam Terintegrasi Kunci Ketahanan Pangan Nasional

JAKARTA - Pemerintah Indonesia berupaya memperkuat sektor perunggasan nasional melalui hilirisasi ayam terintegrasi yang sedang digenjot dalam waktu dekat. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan pembangunan ekosistem hilirisasi ayam yang komprehensif ini dapat rampung dalam 1,5 tahun. 

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekspor produk unggas dan memperkuat ketahanan pangan nasional, dengan mendekatkan rantai pasok mulai dari pabrik pakan hingga pengolahan produk akhir.

Membangun Ekosistem Terintegrasi untuk Ayam

Hilirisasi ayam terintegrasi yang direncanakan mencakup seluruh proses produksi dari hulu hingga hilir, sehingga menciptakan sebuah ekosistem yang lebih efisien dan berdaya saing. 

Model pembangunan ini dimulai dari pabrik pakan, pembibitan ayam (day old chicken atau DOC), pengolahan daging dan telur, hingga distribusi dan pemasaran yang lebih efisien. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk memperbesar nilai tambah produk unggas, tetapi juga untuk memastikan kestabilan pasokan pangan berkelanjutan bagi masyarakat.

Dalam tahap awal, pengembangan ekosistem hilirisasi ayam terintegrasi ini sudah dimulai di beberapa daerah utama di Indonesia. Melalui proyek ini, pemerintah berharap Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai lumbung protein dunia yang berbasis pada unggas, serta terus mendorong ekspor produk unggas secara berkelanjutan.

Dukungan Pembiayaan untuk Mendorong Pengembangan Hilirisasi

Untuk mewujudkan hal ini, pemerintah Indonesia menyediakan dukungan investasi besar. Diperkirakan sekitar Rp20 triliun akan diinvestasikan melalui Danantara untuk pengembangan sektor hilirisasi ayam terintegrasi ini. 

Selain itu, akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp50 triliun juga disiapkan bagi peternak dan koperasi, termasuk melalui skema Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dengan adanya dukungan finansial ini, diharapkan para pelaku usaha, baik peternak kecil maupun koperasi, dapat terlibat langsung dalam proses hilirisasi.

Menurut CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, proyek hilirisasi ini menjadi salah satu prioritas pemerintah, terutama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. 

Melalui percepatan proyek hilirisasi, diharapkan dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi perekonomian masyarakat, meningkatkan pendapatan peternak, dan membuka lapangan pekerjaan baru.

Peningkatan Produksi dan Penciptaan Lapangan Kerja

Pembangunan hilirisasi ayam terintegrasi ini diperkirakan dapat menghasilkan tambahan produksi 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur per tahun. 

Tidak hanya itu, proyek ini juga diproyeksikan akan menciptakan sekitar 1,46 juta lapangan kerja baru, yang tentu saja akan mendongkrak perekonomian masyarakat. Dengan adanya peningkatan produksi dan efisiensi rantai pasok, diharapkan peternak dapat menikmati pendapatan bruto hingga Rp81,5 triliun per tahun.

Dengan adanya hilirisasi terintegrasi, Indonesia diharapkan dapat memenuhi kebutuhan protein nasional sekaligus meningkatkan ekspor unggas ke negara lain. 

Saat ini, sektor ayam dan telur nasional sudah mencapai swasembada dan bahkan berhasil melakukan ekspor ke beberapa negara seperti Jepang, Singapura, dan Timor Leste. Program hilirisasi ini diharapkan dapat memperbesar nilai tambah produk unggas nasional, menjadikannya lebih berdaya saing di pasar global.

Kebutuhan Dukungan Infrastruktur dan Teknologi

Pembangunan hilirisasi ayam terintegrasi membutuhkan dukungan dari berbagai sektor, termasuk infrastruktur dan teknologi. Salah satunya adalah penguatan sektor pembibitan ayam dan pakan berbasis bahan baku dalam negeri. 

Pengembangan sektor pakan ini sangat penting, karena pakan merupakan komponen utama dalam produksi unggas. Selain itu, penguatan fasilitas kesehatan hewan dan rumah potong hewan unggas (RPHU) juga menjadi bagian dari ekosistem yang akan dibangun.

Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan pengembangan cold chain (rantai dingin) untuk menjaga kualitas produk unggas dari hulu hingga hilir. Dengan memastikan produk unggas tetap terjaga kualitasnya, pemerintah berharap produk unggas Indonesia bisa lebih kompetitif di pasar internasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index