BSDE

BSDE Mulai Pembangunan Fase Dua Tol Serpong Balaraja Tahun Ini

BSDE Mulai Pembangunan Fase Dua Tol Serpong Balaraja Tahun Ini
BSDE Mulai Pembangunan Fase Dua Tol Serpong Balaraja Tahun Ini

JAKARTA - Pengembangan infrastruktur jalan tol di kawasan penyangga Jakarta terus berlanjut. Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah Jalan Tol Serpong-Balaraja atau Serbaraja, yang kini memasuki tahap lanjutan pembangunan. 

PT Bumi Serpong Damai Tbk memastikan fase berikutnya akan segera dimulai sebagai bagian dari komitmen memperkuat konektivitas wilayah barat Jakarta dan sekitarnya.

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) akan memulai pembangunan fase 2 Jalan Tol Serpong-Balaraja atau Serbaraja pada semester dua tahun ini.

"Kemungkinan besar semester dua," ujar Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) Hermawan Wijaya di Jakarta, Rabu malam.

Hermawan mengatakan bahwa saat ini Tol Serpong-Balaraja telah dibuka dan beroperasi sampai dengan Legok. "Berikutnya juga akan kita lanjutkan untuk fase 2 dan fase 3 sampai ke Balaraja," katanya.

Progres Pembangunan Dan Target Penyelesaian

Pengembangan Tol Serbaraja dilakukan secara bertahap guna memastikan kesiapan konstruksi dan pembiayaan berjalan optimal. Setelah ruas awal beroperasi hingga Legok, perseroan kini bersiap melanjutkan ke tahapan berikutnya.

PT Bumi Serpong Damai Tbk akan melanjutkan pembangunan jalan tol tersebut secara bertahap dan diharapkan dapat selesai secara keseluruhan hingga ke Balaraja pada tahun 2030.

"Harapannya (tahun) 2030 seharusnya selesai ya," kata Hermawan. Target ini menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam merampungkan proyek strategis tersebut sesuai rencana.

Bagian Dari Proyek Strategi Nasional

Jalan Tol Serbaraja merupakan salah satu Proyek Strategi Nasional (PSN) dengan skema kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) diprakarsai oleh PT Trans Bumi Serbaraja selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang merupakan anak perusahaan Sinar Mas Land yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk.

Status sebagai PSN menegaskan pentingnya proyek ini dalam mendukung agenda pembangunan infrastruktur nasional. Skema KPBU juga mencerminkan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mempercepat penyediaan infrastruktur.

Tol Serbaraja telah diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia ketujuh Joko Widodo pada 20 September 2022. Pembangunan Tol Serbaraja Seksi 1A memiliki panjang 3,97 kilometer dan Seksi 1B memiliki panjang 5,37 kilometer.

Rincian Seksi Dan Panjang Ruas Tol

Secara keseluruhan, Tol Serbaraja akan memiliki total panjang kurang lebih 40 kilometer. Ruas ini terbagi ke dalam tiga seksi utama yang dibangun secara bertahap.

Seksi 1 Serpong-Legok memiliki panjang 9,8 kilometer. Seksi 2 Legok-Pasir Barat sepanjang 11,5 kilometer, sedangkan Seksi 3 Pasir Barat-Balaraja sepanjang 18,6 kilometer.

Pembagian ini dirancang untuk memastikan pembangunan berjalan efektif sekaligus memaksimalkan manfaat konektivitas di setiap tahap operasional yang dibuka kepada publik.

Dampak Konektivitas Dan Integrasi Jaringan Tol

Tol Serpong-Balaraja akan mendukung mobilitas masyarakat dan meningkatkan konektivitas wilayah Jakarta dengan kawasan penyangga, khususnya Tangerang Raya, Banten. Kehadiran ruas ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Tol Serbaraja akan menjadi ruas awal dari jaringan jalan Jakarta Outer Ring Road 3 (JORR-3). Peran ini menjadikan Serbaraja sebagai bagian penting dari sistem lingkar luar Jakarta yang dirancang untuk mengurai kepadatan lalu lintas.

Selain itu, tol ini akan terkoneksi dengan Tol Jakarta-Serpong, Tol Jakarta-Merak, dan berbagai ruas tol di Pulau Jawa. Integrasi tersebut memperkuat posisi Serbaraja sebagai simpul strategis yang menghubungkan pusat ibu kota dengan wilayah barat dan jaringan jalan nasional lainnya.

Dengan dimulainya fase 2 pada semester dua tahun ini, progres Tol Serbaraja memasuki babak lanjutan yang krusial. Penyelesaian hingga Balaraja pada 2030 diharapkan mampu menghadirkan manfaat jangka panjang bagi mobilitas masyarakat dan pengembangan kawasan.

Proyek ini tidak hanya menjadi bagian dari ekspansi infrastruktur, tetapi juga simbol sinergi antara pemerintah dan badan usaha dalam membangun konektivitas berkelanjutan. Seiring pertumbuhan wilayah penyangga Jakarta yang semakin pesat, keberadaan Tol Serbaraja akan menjadi katalis penting bagi efisiensi transportasi dan pemerataan pembangunan

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index