JAKARTA - PT Pegadaian, perusahaan milik negara yang dikenal dengan layanan keuangan mikro dan produk investasi emas, berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang impresif pada tahun 2025.
Laba bersih Pegadaian mencapai Rp 8,34 triliun, sebuah pencapaian yang menunjukkan pertumbuhan eksponensial sebesar 42,6% dibandingkan dengan laba bersih tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 5,85 triliun. Pencapaian ini mencerminkan soliditas dan keberlanjutan bisnis Pegadaian dalam menghadapi tantangan ekonomi yang ada.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Rabu, Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan menyatakan bahwa pencapaian gemilang ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk peningkatan total aset perusahaan yang mencapai Rp 151,7 triliun tercatat tumbuh 47,8% dari tahun 2024 yang mencapai Rp 102,6 triliun.
Peningkatan ini juga didukung oleh pencapaian Outstanding Loan (OSL) Gross yang tercatat sebesar Rp 126 triliun, meningkat 47,5% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 85,4 triliun.
Peningkatan Kinerja Keuangan yang Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat
Berkat pertumbuhan aset dan pinjaman yang signifikan, Pegadaian juga berhasil meningkatkan beberapa indikator kinerja utama, seperti Return on Asset (ROA) yang naik menjadi 6,7%, serta Return on Equity (ROE) yang melonjak menjadi 21,73%. Hal ini menunjukkan efisiensi perusahaan dalam mengelola aset dan ekuitas untuk menghasilkan laba yang lebih tinggi.
Selain itu, Pegadaian berhasil menurunkan tingkat Non-Performing Loan (NPL) dari 0,63% pada tahun 2024 menjadi 0,38% pada 2025, sebuah pencapaian yang menunjukkan pengelolaan pembiayaan yang semakin sehat.
Pencapaian kinerja keuangan ini tak lepas dari dukungan produk dan layanan Pegadaian yang semakin beragam dan terintegrasi. Dalam layanan Bank Emas, Pegadaian berhasil mencatatkan transaksi yang membanggakan, dengan total kelolaan emas mencapai 33,7 ton hingga 31 Desember 2025.
Di antaranya, transaksi Tabungan Emas mencapai 17,1 ton, Cicil Emas sebesar 10,3 ton, dan Deposito Emas yang tercatat sebesar 2,18 ton. Layanan ini semakin diterima masyarakat sebagai solusi investasi yang aman dan mudah diakses.
Strategi Berkelanjutan untuk Pertumbuhan Bisnis yang Lebih Sehat
Damar Latri Setiawan juga menekankan bahwa Pegadaian berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui produk dan layanan yang inklusif.
Melalui produk gadai, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dana cepat tanpa harus kehilangan aset. Sementara itu, dengan pinjaman mikro, Pegadaian turut membantu pelaku UMKM mendapatkan akses modal untuk pengembangan usaha.
Layanan Bank Emas Pegadaian pun semakin memberi kemudahan bagi masyarakat dalam merencanakan dan mengoptimalkan investasi emas, baik secara fisik maupun digital.
Peningkatan dalam kelolaan ekosistem emas Pegadaian yang mencapai 136 ton selama tahun 2025 juga mencerminkan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi dalam bentuk emas. Pegadaian hadir untuk menjawab kebutuhan ini dengan berbagai produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dari berbagai kalangan.
Transformasi Digital dengan Aplikasi TRING! untuk Layanan yang Lebih Cepat dan Mudah
Seiring dengan berkembangnya tren digitalisasi, Pegadaian juga berfokus pada optimalisasi layanan berbasis digital. Salah satunya adalah aplikasi TRING!, yang diharapkan dapat menyempurnakan ekosistem Layanan Bank Emas Pegadaian. Dengan aplikasi ini, nasabah Pegadaian dapat dengan mudah mengakses seluruh produk dan layanan Pegadaian secara real-time hanya dalam satu genggaman.
Aplikasi TRING! tidak hanya memberikan kemudahan dalam bertransaksi, tetapi juga meningkatkan kenyamanan bagi nasabah dari berbagai generasi, mulai dari baby boomer hingga Gen Z.
Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha menyatakan bahwa kehadiran aplikasi TRING! akan mempermudah interaksi nasabah, kecepatan transaksi, serta memudahkan proses investasi emas. Aplikasi ini diharapkan akan menjadi jembatan untuk mewujudkan visi Pegadaian sebagai pemimpin dalam ekosistem emas dan pertumbuhan digital inklusif.
Ferdian juga menambahkan bahwa Pegadaian akan terus berinovasi untuk memperluas akses layanan digital yang aman, nyaman, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Menatap Tahun 2026: Tantangan dan Optimisme Pegadaian
Di tengah keberhasilan yang telah dicapai, Pegadaian tetap waspada terhadap tantangan yang mungkin dihadapi pada tahun 2026. Ferdian Timur Satyagraha menyebutkan bahwa kondisi perekonomian yang stabil dan situasi geopolitik global yang kondusif akan menjadi faktor penentu kinerja perusahaan.
Namun demikian, Pegadaian tetap optimis dengan penerapan strategi korporasi yang adaptif, penguatan layanan berbasis solusi, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Selain itu, dengan adanya fatwa DSN-MUI No.166 tahun 2026 tentang Layanan Kegiatan Usaha Bulion Berdasarkan Prinsip Syariah, Pegadaian semakin optimis dalam mengembangkan produk-produk syariah yang lebih transparan dan akuntabel.
Fatwa ini diharapkan dapat memperkuat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan Bank Emas Pegadaian, yang sudah memenuhi ketentuan syariah melalui produk-produk seperti Cicil Emas, Tabungan Emas, dan Rahn Emas.
Pegadaian berkomitmen untuk terus berfokus pada peningkatan kualitas layanan dan pengembangan produk, sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan visi untuk menjadi pemimpin dalam ekosistem emas dan pertumbuhan digital inklusif, Pegadaian akan terus bekerja keras untuk memperluas layanan dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.