JAKARTA - Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat menandai langkah penting diplomasi Indonesia dalam mendorong peran lebih luas di panggung internasional.
Kehadirannya di Washington DC bukan sekadar perjalanan seremonial, melainkan bagian dari agenda strategis menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi perdana Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace.
Forum tersebut diproyeksikan menjadi ruang kolaborasi baru bagi negara-negara yang berkomitmen terhadap stabilitas dan perdamaian global, sekaligus membuka peluang kerja sama lintas sektor yang lebih konkret.
Presiden Prabowo tiba di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa sekitar pukul 12.00 waktu setempat setelah pesawat Garuda Indonesia yang membawanya mendarat di Pangkalan Militer Andrews, Prince George's County, Maryland.
Sejumlah pejabat dari Indonesia dan Amerika Serikat turut menyambut kedatangannya, termasuk Duta Besar RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo, Atase Pertahanan KBRI Washington DC Marsekal Pertama TNI E Wisoko Aribowo, serta Komandan Grup Pemeliharaan Pesawat VVIP/VIP Angkatan Udara AS di Joint Base Andrews Kolonel Gary Charland.
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo yang mengenakan kopiah hitam khasnya langsung menyalami para pejabat yang hadir sebelum melanjutkan perjalanan menuju kendaraan kepresidenan dengan pengawalan ketat dari Paspampres dan Secret Service Amerika Serikat.
Agenda Strategis Pertemuan Tingkat Tinggi
Selain menghadiri KTT Board of Peace yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, Presiden Prabowo juga akan menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik (agreement on reciprocal trade) yang proses negosiasinya telah berlangsung sejak 2025.
Kesepakatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara sekaligus membuka akses perdagangan yang lebih luas bagi Indonesia di pasar internasional.
Dalam penerbangan menuju Amerika Serikat, Presiden Prabowo didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.
Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan bahwa kunjungan ini juga membawa misi ekonomi dan energi yang strategis, tidak hanya fokus pada isu geopolitik dan perdamaian.
Perjalanan Diplomasi Menuju Forum Perdamaian
Setelah turun dari pesawat dan menyelesaikan prosesi penyambutan, Presiden Prabowo bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju hotel di pusat kota Washington DC. Rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan mencerminkan intensitas diplomasi yang akan dijalankan Indonesia selama berada di Amerika Serikat, termasuk pertemuan bilateral serta partisipasi aktif dalam forum internasional.
KTT perdana Board of Peace sendiri akan dipimpin langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump Jr. selaku inisiator pembentukan forum tersebut. Sejumlah pejabat Kantor Kepresidenan Amerika Serikat sebelumnya menyampaikan bahwa pertemuan puncak direncanakan berlangsung pada 19 Februari 2026.
Selain Presiden Prabowo, Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban juga telah mengonfirmasi kehadirannya dalam forum tersebut, menandakan dukungan internasional terhadap pembentukan Dewan Perdamaian.
Keanggotaan Indonesia Dalam Dewan Perdamaian
Indonesia resmi menjadi anggota Board of Peace setelah Presiden Prabowo Subianto menandatangani piagam pembentukan lembaga tersebut pada acara peluncuran di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026.
Bergabungnya Indonesia mencerminkan komitmen kuat terhadap upaya perdamaian global serta kesiapan mengambil peran lebih aktif dalam penyelesaian konflik internasional, khususnya yang berkaitan dengan kawasan Timur Tengah.
Selain Indonesia, sejumlah negara lain turut menandatangani piagam Dewan Perdamaian, di antaranya Amerika Serikat sebagai penggagas, Hungaria, Bahrain, Maroko, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Mesir, Jordania, Kazakhstan, Republik Kosovo, Mongolia, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turki, serta Uni Emirat Arab. Partisipasi berbagai negara dari beragam kawasan ini menunjukkan bahwa Board of Peace diharapkan menjadi wadah kolaborasi multilateral yang inklusif.
Kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT perdana Board of Peace menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menyampaikan posisi dan kontribusinya dalam mendorong perdamaian dunia. Selain itu, pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat juga membuka peluang penguatan hubungan strategis yang dapat berdampak pada sektor perdagangan, energi, serta kerja sama geopolitik jangka panjang.
Melalui rangkaian agenda tersebut, kunjungan ini tidak hanya mempertegas posisi Indonesia di forum internasional, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas jejaring diplomasi demi kepentingan nasional. Partisipasi aktif dalam forum perdamaian global diharapkan mampu memperkuat peran Indonesia sebagai negara yang konsisten mendorong stabilitas, dialog, dan kerja sama antarbangsa.