JAKARTA - Pergerakan harga bahan bakar minyak kerap menjadi perhatian publik, terutama saat memasuki akhir pekan ketika mobilitas masyarakat meningkat.
Pada Sabtu, 7 Februari 2026, PT Pertamina kembali menetapkan harga terbaru untuk berbagai jenis BBM, mulai dari pertalite hingga pertamax dan turunannya.
Perubahan ini menunjukkan adanya penyesuaian yang mengikuti dinamika pasar energi sekaligus menjaga stabilitas distribusi di berbagai wilayah Indonesia.
Penurunan harga terlihat pada beberapa jenis BBM nonsubsidi. Pertamax tercatat turun menjadi Rp11.800 per liter dari sebelumnya Rp12.350 per liter. Pertamax Turbo juga mengalami penurunan harga menjadi Rp12.700 per liter dari Rp13.400 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 kini berada di level Rp12.450 per liter dari sebelumnya Rp13.150 per liter.
Dexlite turun menjadi Rp13.250 per liter dari Rp13.500 per liter, dan Pertamina Dex ikut menurun ke Rp13.500 per liter dari Rp13.600 per liter.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai arah kebijakan harga energi nasional di tengah fluktuasi global. Namun, secara umum, penyesuaian harga tersebut mencerminkan mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk harga minyak dunia, nilai tukar, serta biaya distribusi antardaerah.
Penyesuaian Harga BBM di Berbagai Daerah
Distribusi harga BBM di Indonesia tetap menunjukkan variasi antarwilayah. Hal ini dipengaruhi oleh faktor geografis, biaya logistik, serta kebijakan distribusi energi nasional.
Berikut rincian harga BBM Pertamina per wilayah:
Aceh dan Sumatera Utara
Pertalite Rp10.000 per liter
Pertamax Rp12.100 per liter
Pertamax Turbo Rp13.000 per liter
Dexlite Rp13.550 per liter
Pertamina Dex Rp13.800 per liter
Solar Rp6.800 per liter
Free Trade Zone Sabang
Pertalite Rp10.000 per liter
Pertamax Rp11.100 per liter
Dexlite Rp12.350 per liter
Solar Rp6.800 per liter
Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau
Pertalite Rp10.000 per liter
Pertamax Rp12.400 per liter
Pertamax Turbo Rp13.250 per liter
Dexlite Rp13.850 per liter
Pertamina Dex Rp14.100 per liter
Solar Rp6.800 per liter
FTZ Batam
Pertalite Rp10.000 per liter
Pertamax Rp11.300 per liter
Pertamax Turbo Rp12.050 per liter
Dexlite Rp12.550 per liter
Pertamina Dex Rp12.800 per liter
Solar Rp6.800 per liter
Sumatera Bagian Selatan
(Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Lampung)
Pertalite Rp10.000 per liter
Pertamax Rp12.100 per liter
Pertamax Turbo Rp13.000 per liter
Dexlite Rp13.550 per liter
Pertamina Dex Rp13.800 per liter
Solar Rp6.800 per liter
Jawa, Banten, dan Yogyakarta
(DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur)
Pertalite Rp10.000 per liter
Pertamax Rp11.800 per liter
Pertamax Turbo Rp12.700 per liter
Pertamax Green 95 Rp12.450 per liter
Dexlite Rp13.250 per liter
Pertamina Dex Rp13.500 per liter
Solar Rp6.800 per liter
Bali dan Nusa Tenggara
Pertalite Rp10.000 per liter
Pertamax Rp11.800 per liter
Pertamax Turbo Rp12.700 per liter
Dexlite Rp13.250 per liter
Pertamina Dex Rp13.500 per liter
Solar Rp6.800 per liter
Kalimantan
Kalimantan Barat, Tengah, Timur: harga setara Rp12.100 untuk Pertamax dan Rp13.550 untuk Dexlite
Kalimantan Selatan, Utara: Pertamax Rp12.400 dan Dexlite Rp13.850
Pertalite tetap Rp10.000 dan Solar Rp6.800
Sulawesi
Pertalite Rp10.000
Pertamax Rp12.100
Pertamax Turbo Rp13.000
Dexlite Rp13.550
Pertamina Dex Rp13.800
Solar Rp6.800
Maluku dan Papua
Maluku dan Maluku Utara: Pertamax Rp12.100 dan Dexlite Rp13.550
Papua dan wilayah pemekarannya menunjukkan pola harga serupa
Pertalite tetap Rp10.000 dan Solar Rp6.800
Makna Penurunan Harga bagi Konsumen
Turunnya harga sejumlah BBM nonsubsidi memberikan ruang napas bagi masyarakat, khususnya pengguna kendaraan pribadi dan sektor transportasi. Biaya operasional yang lebih rendah berpotensi menekan ongkos distribusi barang dan jasa, sehingga berdampak tidak langsung pada stabilitas harga kebutuhan pokok.
Di sisi lain, kestabilan harga pertalite dan solar menunjukkan komitmen menjaga daya beli masyarakat. Kebijakan ini penting karena kedua jenis BBM tersebut masih menjadi tulang punggung mobilitas harian dan aktivitas ekonomi rakyat.
Dinamika Energi dan Harapan ke Depan
Perubahan harga BBM tidak dapat dilepaskan dari kondisi energi global yang fluktuatif. Oleh karena itu, evaluasi berkala menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis energi dan perlindungan konsumen.
Ke depan, publik berharap stabilitas harga tetap terjaga seiring upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional. Transparansi informasi serta distribusi yang merata akan menjadi kunci agar manfaat kebijakan harga benar-benar dirasakan di seluruh wilayah Indonesia.