JAKARTA - Pembangunan kawasan pangan berskala besar di Merauke, Papua Selatan, kembali menjadi sorotan.
Bukan semata karena ambisinya dalam menopang swasembada pangan nasional, tetapi juga karena efek berantai yang ditimbulkan terhadap pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi wilayah timur Indonesia.
Proyek Strategis Nasional (PSN) Food Estate Merauke kini dipandang sebagai simpul penting yang menghubungkan agenda ketahanan pangan, pemerataan pembangunan, dan penciptaan lapangan kerja.
Sejak awal, proyek ini dirancang untuk menjawab tantangan keterbatasan akses dan infrastruktur di Papua Selatan. Kehadirannya diharapkan tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga membuka isolasi wilayah, mempercepat konektivitas, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Dalam konteks tersebut, food estate Merauke menjadi lebih dari sekadar proyek pertanian, melainkan instrumen pembangunan wilayah.
Food Estate Sebagai Penggerak Infrastruktur Wilayah
Pemerintah menilai keberadaan PSN Food Estate Merauke akan menjadi pemicu utama pembangunan infrastruktur dasar. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan kawasan pangan tersebut secara langsung mendorong penyediaan akses jalan, pelabuhan, hingga bandara.
“Oh itu pasti. Itu jalan dibangun, kemudian infrastruktur pelabuhan, bahkan bandara,” ujar Amran dalam keterangan yang dikutip Selasa, 3 Februari 2026.
Menurut Amran, pembangunan food estate, khususnya di Distrik Wanam, akan mempercepat konektivitas wilayah yang selama ini tergolong terbatas. Infrastruktur yang terbangun bukan hanya mendukung aktivitas pertanian, tetapi juga membuka ruang bagi distribusi logistik, mobilitas masyarakat, dan pertumbuhan sektor ekonomi lainnya. Dengan demikian, proyek ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan pembangunan antara kawasan barat dan timur Indonesia.
Program ini juga diproyeksikan membuka ribuan lapangan kerja baru. Kegiatan pembukaan lahan, pengelolaan pertanian, hingga pembangunan infrastruktur pendukung membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar, yang sebagian besar berasal dari masyarakat lokal.
Dampak Sosial Dan Ekonomi Bagi Masyarakat Lokal
Selain aspek fisik, pemerintah menekankan pentingnya dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat Papua Selatan.
Amran menyampaikan bahwa pemerintah telah menyalurkan ratusan alat dan mesin pertanian atau alsintan yang sepenuhnya menjadi milik masyarakat setempat.
Alsintan tersebut digunakan untuk mengelola lahan secara mandiri, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga pelaku utama dalam kegiatan pertanian.
Tak hanya itu, pemerintah membentuk Brigade Pangan yang seluruh anggotanya berasal dari masyarakat lokal. Skema ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian sekaligus menciptakan lapangan kerja berkelanjutan.
Melalui pelibatan langsung masyarakat, food estate diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi dan memperkuat ketahanan sosial di wilayah tersebut.
Pendekatan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah memastikan bahwa pembangunan tidak bersifat eksklusif, melainkan inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar.
Swasembada Pangan Jadi Pilar Kedaulatan Bangsa
Presiden Prabowo Subianto berulang kali menegaskan bahwa swasembada pangan dan energi merupakan fondasi utama bagi kesejahteraan rakyat dan kemerdekaan bangsa.
Menurutnya, kemampuan negara menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat adalah syarat mutlak untuk mencapai kedaulatan yang sejati.
“Kalau kita mau merdeka, kalau kita mau sejahtera, kita harus jamin produksi pangan sehingga pangan bisa dinikmati seluruh rakyat kita. Swasembada pangan adalah syarat, itu pilar utama dari strategi yang saya jalankan sekarang,” ujar Prabowo.
Prabowo juga menanggapi sikap skeptis sejumlah pihak terhadap program pemerintah, termasuk proyek food estate. Ia menegaskan bahwa keraguan tersebut tidak akan menghentikan komitmennya dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.
“Saya ajak saudara, ayo sama-sama sebagai patriot bangsa. Tapi kalau kau tidak mau ikut saya, saya tetap jalan terus karena saya bertekad Indonesia harus mampu mencapai kemerdekaan yang sejati,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi food estate sebagai bagian integral dari agenda besar pemerintah dalam membangun ketahanan nasional.
Kolaborasi Negara Dan Swasta Dalam Proyek Strategis
Pembangunan food estate di Merauke melibatkan kolaborasi antara Kementerian Pertahanan, Kementerian Pertanian, dan pihak swasta, yakni Jhonlin Group. Program ini mencakup kegiatan cetak sawah, pengembangan tebu, serta optimalisasi lahan untuk mendukung ketahanan pangan dan pengembangan bioenergi nasional.
Meski menunjukkan perkembangan signifikan, proyek ini tidak lepas dari kritik, terutama terkait keterlibatan swasta dalam proyek strategis nasional. Menanggapi hal tersebut, Kuasa Hukum Jhonlin Group, Junaidi Tirtanata, menegaskan bahwa pihaknya sepenuhnya menjalankan penugasan negara.
Junaidi menyatakan Jhonlin menjalankan amanah tersebut demi tercapainya swasembada pangan yang berkelanjutan dan permanen. Ia menegaskan pihaknya tidak memperhitungkan untung rugi dalam proyek ini serta membantah adanya pengajuan tagihan kepada negara.
“Tidak mungkin itu. Sekali lagi kita akan tetap jalan menuntaskan proyek yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo ini,” kata Junaidi.
Ia juga membantah informasi yang menyebut Distrik Wanam akan disulap menjadi kebun untuk komoditas tertentu. Menurutnya, rencana tersebut tidak sesuai dengan desain proyek yang difokuskan pada ketahanan pangan dan bioenergi.
“Itu informasinya dari mana. Tidak ada itu. Sejauh yang saya ketahui Wanam akan difokuskan untuk mendukung ketahanan pangan dan bioenergi, mencakup cetak sawah, tebu, dan optimalisasi lahan,” tutup Junaidi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, progres pembangunan terus berjalan. Infrastruktur jalan telah terbangun sepanjang 58,44 kilometer, dengan jalan yang telah diperkeras mencapai 11,53 kilometer.
Total luas area yang telah dibuka mencapai 9.781 hektare, sementara pembangunan pelabuhan beserta fasilitas pendukungnya telah memasuki tahap penyelesaian.
Seluruh capaian ini memperkuat posisi Food Estate Merauke sebagai proyek strategis yang diharapkan mampu menopang ketahanan pangan sekaligus mempercepat pembangunan Papua Selatan.