JAKARTA - Perkembangan kewirausahaan sosial di kawasan Asia terus menunjukkan tren yang semakin kuat. Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi, banyak pelaku usaha mulai mengembangkan model bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Pendekatan bisnis yang berfokus pada dampak sosial ini dinilai mampu menjadi solusi inovatif untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan. Mulai dari akses air bersih, ketahanan pangan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat, berbagai inisiatif kewirausahaan sosial kini semakin berkembang di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Melihat potensi tersebut, berbagai lembaga dan institusi mulai memberikan dukungan melalui pendanaan maupun program pengembangan. Salah satunya dilakukan oleh DBS Foundation yang menyalurkan hibah kepada sejumlah wirausaha sosial di Asia, termasuk di Indonesia.
Dukungan Hibah Untuk Wirausaha Sosial Asia
Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi di Asia, kebutuhan akan model bisnis yang berkelanjutan dan berdampak sosial semakin meningkat.
Maka, DBS Foundation menyalurkan hibah sebesar S$ 4,9 juta atau sekitar Rp 65 miliar kepada 22 social enterprise dan businesses for impact (BFI) Asia melalui DBS Foundation Grant Program 2025.
Program hibah ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pelaku usaha yang mengembangkan solusi berbasis bisnis untuk mengatasi berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Melalui pendanaan tersebut, para pelaku usaha sosial diharapkan mampu memperluas jangkauan dampaknya sekaligus meningkatkan keberlanjutan model bisnis yang dijalankan.
Selain bantuan dana, program ini juga memberikan dukungan pengembangan kapasitas agar para penerima hibah dapat berkembang secara lebih optimal.
Lima Wirausaha Sosial Indonesia Terima Hibah
Khusus di Indonesia, DBS Foundation memberikan hibah sebesar S$ 850.000 atau sekitar Rp 11,2 miliar kepada lima social enterprise dan BFI.
Kelimanya adalah Parongpong Raw Lab, Konekin, Nazava Water Filters, DoctorTool dan Sosial Business Indonesia (SOBI). Dukungan ini diproyeksikan dapat menjangkau lebih dari 1,9 juta penerima manfaat.
Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks, model bisnis idak hanya mampu bertahan, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan.
DBS Foundation Grant Program tidak hanya menyediakan pendanaan, juga memperkuat fondasi para social enterprise dan BFI melalui pendampingan dan akses jejaring agar mereka dapat tumbuh secara sehat sekaligus memperluas jangkauan dampaknya.
"Sebagai purpose-driven bank, Bank DBS Indonesia berkomitmen bertumbuh bersama komunitas dan membangun ekosistem yang lebih inklusif. Kami berharap, para penerima hibah dapat menghadirkan perubahan yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia, Mona Monika.
Ekosistem Kewirausahaan Sosial Terus Berkembang
Penyaluran hibah ini juga mencerminkan semakin berkembangnya ekosistem kewirausahaan sosial di Indonesia. Data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mencatat, jumlah wirausaha sosial mencapai sekitar 20.000 pada tahun 2023.
Meningkat dari 15.000 pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin banyak pelaku usaha yang mulai mengadopsi model bisnis berbasis dampak sosial. Perkembangan ini juga menjadi sinyal positif bagi upaya pembangunan berkelanjutan yang melibatkan sektor swasta dan komunitas masyarakat.
DBS Foundation Grant Program telah berjalan sejak 2014 untuk mendukung social enterprise dan BFI di Asia dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan sosial, mulai dari akses air bersih, ketahanan pangan, hingga inklusi keuangan.
Tahun ini, lima penerima hibah di Indonesia dipilih dengan pendekatan solusi yang beragam.
Mulai pengolahan limbah jaring ikan menjadi bahan bangunan, penciptaan lingkungan kerja inklusif bagi penyandang disabilitas, penyediaan teknologi penyaring air bersih, penguatan layanan kesehatan primer berbasis teknologi, hingga pengembangan rantai pasok pertanian berkelanjutan bagi petani kecil.
"Selama 12 tahun DBS Foundation Grant Program, kami menyaksikan bagaimana dukungan penting dapat membuka peluang dan menginspirasi harapan. Ini bukan hanya program hibah bagi kami, ini membangun ekosistem kolaboratif," ujar Mona.
Komitmen Berkelanjutan Melalui Berbagai Program Sosial
Selain melalui program hibah, DBS Foundation juga memperkuat kontribusinya di Indonesia melalui berbagai kemitraan strategis. Program tersebut mencakup literasi dan inklusi keuangan bagi lebih dari 220.000 perempuan dan kaum muda.
Lalu pelatihan teknologi informasi (TI) gratis untuk 70.000 talenta digital bersama Dicoding Indonesia, peningkatan akses pangan bergizi bagi 28.000 petani kecil di Flores, hingga program kesejahteraan anak bersama Unicef.
Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi DBS Foundation dalam memperluas dampak sosial di berbagai sektor penting masyarakat. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, program-program ini diharapkan dapat menciptakan perubahan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Seluruh inisiatif ini menjadi komitmen jangka panjang DBS Bank yang mengalokasikan hingga S$ 1 miliar serta 1,5 juta jam kegiatan sukarela karyawan dalam 10 tahun ke depan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dengan dukungan tersebut, DBS Foundation berharap dapat terus memperkuat ekosistem kewirausahaan sosial di kawasan Asia, termasuk Indonesia.
Ke depan, semakin banyak inovasi bisnis berbasis dampak sosial diharapkan mampu memberikan solusi nyata bagi berbagai tantangan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.