BP Fokus Kembangkan Shale Sementara Pesaingnya Reduksi Produksi

Jumat, 27 Februari 2026 | 15:37:32 WIB
BP Fokus Kembangkan Shale Sementara Pesaingnya Reduksi Produksi

JAKARTA - Di tengah perubahan besar dalam industri minyak global, BP Plc menunjukkan tekad untuk terus memperluas produksi shale (minyak serpih), meskipun banyak pesaing besar di sektor ini mulai mengurangi aktivitas mereka. 

BP, melalui unit BPX Energy, berencana meningkatkan produksi minyak serpihnya sebesar 8% tahun ini, menantang tren pasar yang lebih konservatif. 

Langkah ini merupakan bagian dari upaya BP untuk membalikkan penurunan produksi yang mereka alami dalam beberapa tahun terakhir.

Ambisi BP Untuk Meningkatkan Produksi Shale

BPX Energy, unit shale milik BP, memiliki target ambisius untuk meningkatkan produksinya sebesar 8% pada tahun 2026. CEO BPX, Kyle Koontz, mengungkapkan dalam wawancara di Houston bahwa produksi minyak serpih BPX yang setara dengan 500.000 barel per hari (bph) akan berkontribusi sekitar 20% terhadap total produksi global BP saat ini. 

Dengan rencana untuk meningkatkan produksi menjadi 650.000 bph pada akhir dekade ini, BP berharap dapat menanggulangi penurunan produksi yang mereka alami sejak peralihan ke energi terbarukan dan rendah karbon pada 2020.

Langkah BP ini berfokus pada shale, sektor yang sebelumnya kurang mendapatkan perhatian positif di kalangan perusahaan-perusahaan migas besar, karena sebagian besar pesaing mereka, seperti Diamondback Energy dan EOG Resources, memilih untuk mengurangi ekspansi shale mereka. 

Namun, BP berkomitmen untuk terus berkembang di sektor ini, meskipun ada peringatan tentang potensi oversupply minyak mentah di pasar global yang dapat menekan harga.

Melawan Tren Pasar: Keuntungan Dari Shale yang Dikejar BP

Keputusan BP untuk melanjutkan investasi besar di sektor shale datang di tengah kondisi pasar yang tidak menentu, terutama ketika banyak perusahaan migas memilih untuk menahan diri. BP berusaha memanfaatkan peluang di sektor minyak serpih, dengan menargetkan untuk mengekstraksi lebih banyak minyak dari ladang shale Amerika Serikat (AS). 

Koontz menjelaskan bahwa meskipun harga minyak bisa berfluktuasi, BP tetap percaya bahwa sektor shale memiliki potensi besar jika dijalankan dengan biaya operasional yang lebih efisien.

Dengan adanya peningkatan efisiensi dan pengurangan belanja modal sebesar US$800 juta, BP berharap dapat menciptakan lebih banyak aliran kas yang dapat digunakan untuk mendanai proyek-proyek ekspansi lainnya. 

Menurut Koontz, fokus pada shale juga memberikan ruang bagi BP untuk mengalokasikan kembali modal ke proyek lain yang berpotensi memberikan pertumbuhan jangka panjang.

Tantangan dan Visi Jangka Panjang BP di Sektor Shale

BP sendiri sudah menghadapi sejumlah tantangan, terutama setelah beberapa keputusan strategis besar mereka gagal untuk menghasilkan hasil yang diinginkan. Seiring dengan peralihan ke energi terbarukan yang belum membuahkan hasil sesuai harapan, BP telah kehilangan banyak aset minyak dan gas serta memangkas banyak investasi hulu, yang mengarah pada penurunan besar dalam kapitalisasi pasar mereka.

Namun, BP tampaknya tidak menyerah begitu saja. BPX, sebagai bagian integral dari perusahaan, diharapkan mampu memulihkan performa keuangan BP, yang sempat terpuruk. 

Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan ini juga menerima kritik keras dari investor aktivis, seperti Elliott Investment Management, yang mendesak BP untuk melakukan perubahan besar.

Pada saat yang sama, beberapa pihak dalam perusahaan juga mulai mempertanyakan apakah langkah terbaik untuk BP adalah menjual atau memisahkan unit shale mereka untuk membuka potensi nilai lebih. 

Koontz, meskipun demikian, tidak setuju dengan pandangan tersebut dan tetap berfokus pada pengembangan shale sebagai salah satu kunci keberhasilan BP dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan.

Harga Minyak dan Fluktuasi Pasar: Pandangan BP ke Depan

Harga minyak, yang diperkirakan akan tetap berada di bawah angka US$70 per barel dalam beberapa tahun mendatang, menjadi faktor penting yang akan mempengaruhi strategi pertumbuhan shale BP. Meskipun harga minyak cenderung berfluktuasi, Koontz percaya bahwa fluktuasi jangka pendek tidak akan menghalangi rencana pertumbuhan jangka panjang BP.

BP juga belajar dari pengalaman sebelumnya, di mana perputaran modal yang tidak stabil sempat menambah ketidakpastian operasional. BPX kini berupaya mencapai kestabilan dengan mendalami model operasional yang lebih efektif dan efisien. 

Koontz menambahkan, pendekatan yang lebih stabil dan terukur diperlukan untuk menghindari "dampak buruk dari fluktuasi modal" yang selama ini menjadi kendala di sektor shale.

BP dan Transformasi Industri Shale yang Berkelanjutan

Sebagai perusahaan minyak yang telah dikenal luas, BP tetap berpegang pada keyakinannya bahwa shale memiliki potensi besar untuk menopang kelangsungan bisnisnya. Meskipun banyak pesaing memilih mundur, BP optimis bahwa investasi di sektor ini akan membuahkan hasil jangka panjang, meskipun pasar minyak global menghadapi tantangan besar terkait kelebihan pasokan.

Koontz percaya bahwa dengan strategi yang tepat, BPX dapat terus berinovasi dalam mengembangkan sektor shale, dengan berfokus pada efisiensi biaya dan optimisasi operasional. Ini akan memungkinkan BP untuk memaksimalkan pengembalian investasi dan memberikan kontribusi terhadap upaya perusahaan dalam memperbaiki kinerja keuangan mereka.

Keputusan BP untuk terus agresif berinvestasi di sektor shale merupakan langkah strategis untuk membalikkan tren penurunan produksi yang selama ini mengancam kinerja jangka panjang perusahaan. Dalam beberapa tahun ke depan, BP berharap dapat menjadi pemain yang lebih kuat di pasar shale dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi yang lebih tradisional.

Terkini