Astra International Ajukan Dividen Final 2025 Rp292 per Saham

Jumat, 27 Februari 2026 | 11:04:47 WIB
Astra International Ajukan Dividen Final 2025 Rp292 per Saham

JAKARTA - PT Astra International Tbk. (ASII) baru-baru ini mengusulkan dividen final untuk tahun buku 2025 sebesar Rp292 per saham, meskipun mengalami penurunan kinerja finansial dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Usulan dividen ini mencerminkan ketahanan perusahaan dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan dinamika pasar yang penuh ketidakpastian. Laba bersih ASII pada 2025 tercatat turun sebesar 3,34% secara tahunan, dari Rp33,9 triliun pada 2024 menjadi Rp32,76 triliun pada 2025. 

Penurunan laba ini juga tercermin pada pendapatan bersih yang turun 1,54%, mencapai Rp323,39 triliun dibandingkan dengan Rp328,48 triliun pada tahun sebelumnya.

Dividen yang diajukan oleh manajemen ASII tetap menunjukkan komitmen perusahaan untuk memberikan hasil yang optimal bagi para pemegang saham, meskipun terdapat penurunan dalam laba dan pendapatan. Dengan dividen final yang lebih rendah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, ASII berharap tetap dapat menjaga kepercayaan investor sambil menghadapi tantangan yang ada di pasar.

Penurunan Laba Bersih dan Pendapatan Astra

Pada 2025, Astra International mencatatkan penurunan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar 3,34% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Laba bersih ASII turun dari Rp33,9 triliun pada 2024 menjadi Rp32,76 triliun pada 2025. Penurunan ini selaras dengan turunnya pendapatan bersih yang tercatat sebesar Rp323,39 triliun, atau lebih rendah 1,54% dibandingkan dengan pendapatan sebesar Rp328,48 triliun pada tahun 2024. 

Meskipun ada penurunan laba bersih dan pendapatan, perusahaan tetap menunjukkan daya tahan operasional yang kuat, dengan sebagian besar sektor bisnis memberikan kontribusi positif untuk kinerja keseluruhan.

Kontraksi kinerja ini dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal, seperti harga batu bara yang lebih rendah dan lemahnya pasar mobil baru yang berdampak pada sektor-sektor terkait. 

Hal ini menjadi tantangan besar bagi Astra, mengingat batu bara dan sektor otomotif merupakan bagian integral dari pendapatan perusahaan. Namun, manajemen Astra optimis bahwa kinerja bisnis lainnya, yang tetap berjalan dengan baik, akan membantu mengimbangi penurunan ini.

Proyeksi Dividen Final dan Rasio Pembayaran Dividen

Dividen final yang diusulkan oleh Astra untuk tahun buku 2025 sebesar Rp292 per saham. Meskipun lebih rendah dibandingkan dividen final tahun sebelumnya yang sebesar Rp308 per saham, dividen yang diajukan tetap mencerminkan upaya perusahaan untuk memberikan hasil yang wajar bagi pemegang saham. 

Pada tahun 2023, Astra membagikan dividen final sebesar Rp421 per saham, dan pada 2022, dividen finalnya bahkan mencapai Rp552 per saham. Penurunan dividen ini menunjukkan dampak langsung dari kondisi pasar dan kinerja laba yang tertekan.

Meskipun terjadi penurunan dalam nilai dividen, Astra tetap mempertahankan rasio pembayaran dividen yang cukup solid, yaitu sekitar 48% dari laba bersih yang tercatat pada 2025. 

Ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara memberikan keuntungan kepada pemegang saham dan memperkuat posisi keuangan perusahaan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Program Share Buyback dan Sentimen Positif untuk Masa Depan

Astra juga melanjutkan upaya penguatan posisi keuangan melalui program share buyback yang dilakukan pada awal tahun 2026. Pada Januari 2026, Astra menyelesaikan program buyback saham senilai Rp2 triliun, yang diikuti dengan tahap kedua pada Februari 2026, yang bernilai Rp685 miliar. 

Program ini bertujuan untuk mendukung stabilitas pasar saham Astra di tengah fluktuasi pasar yang signifikan. Keputusan untuk melaksanakan buyback saham ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang perusahaan.

Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menjelaskan bahwa meskipun pasar batu bara dan otomotif masih menghadapi tantangan, Astra tetap fokus pada operasional yang efisien dan pengalokasian modal yang disiplin. 

Djony juga menambahkan bahwa meskipun kondisi operasional pada beberapa bisnis tetap menantang, pihaknya optimis bahwa sentimen konsumen akan membaik di masa mendatang, yang akan mendukung pemulihan dan pertumbuhan kinerja perusahaan.

Optimisme dan Rencana Astra untuk Masa Depan

Di tengah tantangan pasar, Astra tetap berfokus pada keunggulan operasional dan pengelolaan risiko yang bijaksana. Perusahaan percaya bahwa kondisi ekonomi yang lebih baik di masa mendatang akan membawa dampak positif terhadap permintaan di sektor otomotif dan komoditas seperti batu bara. 

Astra juga menunjukkan fleksibilitas dan ketahanan dalam menjalankan bisnis, dengan memanfaatkan kekuatan neraca perusahaan untuk terus menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan.

Meskipun kinerja di tahun 2025 sedikit melambat, Astra berencana untuk terus mengimplementasikan strategi-strategi yang dapat meningkatkan daya saing perusahaan. Fokus pada inovasi, efisiensi, dan diversifikasi usaha akan menjadi kunci untuk menghadapi dinamika pasar yang terus berubah. 

Dengan dividen yang lebih rendah dari tahun sebelumnya, namun tetap mencerminkan kesehatan keuangan yang baik, Astra berharap dapat terus memberikan nilai yang optimal kepada pemegang saham sembari memperkuat posisinya di pasar global.

Terkini