Cara Tepat Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Saat Puasa

Jumat, 27 Februari 2026 | 11:04:29 WIB
Cara Tepat Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Saat Puasa

JAKARTA - Saat menjalani puasa, menjaga kebersihan tubuh dan wajah memang penting, tetapi tak kalah penting adalah merawat kesehatan gigi dan mulut. 

Mulut yang sehat dan napas segar menjadi kunci penting dalam menjaga rasa percaya diri selama bulan Ramadan. 

Namun, puasa yang mengharuskan kita tidak makan dan minum sepanjang hari dapat membuat mulut kering, yang bisa menambah risiko timbulnya bau mulut. Mengatasi masalah ini bukan hanya soal menyikat gigi, tetapi juga membutuhkan kebiasaan yang tepat dan konsisten.

Pentingnya Merawat Kesehatan Mulut Selama Puasa

Pada bulan Ramadan, mulut lebih rentan terhadap kekeringan karena tidak adanya asupan cairan sepanjang hari. Kekeringan ini bisa menyebabkan timbulnya bau mulut yang mengganggu, terutama jika tidak ada upaya untuk merawat kebersihan mulut dengan benar. 

Menjaga kesehatan mulut bukan hanya sekadar rutinitas menyikat gigi, namun juga melibatkan kebiasaan baik lainnya untuk menjaga kesehatan gigi, gusi, dan napas tetap segar.

Tidak ada yang ingin merasa canggung atau kurang percaya diri karena masalah bau mulut, terlebih saat beribadah atau berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan cara-cara yang dapat menjaga kesehatan mulut agar puasa tetap nyaman dan tanpa bau tak sedap.

Jadwalkan Waktu Menyikat Gigi yang Tepat

Menyikat gigi secara teratur adalah langkah dasar dalam menjaga kesehatan mulut, tetapi waktu yang tepat juga mempengaruhi hasilnya. Menurut ahli, menyikat gigi idealnya dilakukan tiga kali sehari. Namun, pada saat puasa, waktu menyikat gigi yang tepat menjadi sangat penting untuk memaksimalkan kebersihan mulut.

Pertama, sikatlah gigi pada pagi hari, sebelum sahur, atau setelah bangun tidur. Ini membantu menghilangkan bakteri yang berkembang saat tidur dan melindungi gigi dari asam atau gula yang ada dalam makanan. Jika kamu tidak menyukai rasa pasta gigi yang tercampur dengan makanan, cukup berkumur dengan air setelahnya.

Kemudian, sikat gigi setelah makan sahur. Ini adalah waktu yang ideal karena membantu menghilangkan sisa makanan dan menjaga kebersihan mulut sepanjang hari. Namun, jika tidak memungkinkan, tunggulah sekitar 30 menit setelah makan, karena menyikat gigi terlalu cepat setelah makan bisa merusak enamel gigi.

Terakhir, jangan lupa menyikat gigi sebelum tidur untuk memastikan tidak ada sisa makanan atau plak yang menempel di gigi setelah seharian beraktivitas. Dengan rutinitas ini, gigi akan tetap terjaga kebersihannya dan mulut pun akan terasa lebih segar.

Teknik Menyikat Gigi yang Benar

Menyikat gigi yang sering dilakukan dengan terburu-buru tidak akan memberikan hasil yang maksimal jika tekniknya tidak benar. Teknik menyikat gigi yang benar harus diperhatikan agar gigi benar-benar bersih tanpa merusak gusi atau enamel gigi. 

Gerakan yang disarankan adalah gerakan memutar atau melingkar dengan lembut. Hindari gerakan bolak-balik yang kasar, karena ini bisa melukai gusi.

Idealnya, waktu menyikat gigi adalah dua menit, pastikan seluruh bagian gigi terjangkau. Setelah menyikat gigi, cukup meludahkan sisa pasta gigi tanpa perlu berkumur berlebihan. Berkumur terlalu banyak dapat menghilangkan fluoride yang melindungi enamel gigi dan mencegah kerusakan.

Bersihkan Sela-Sela Gigi dengan Benang Gigi

Menyikat gigi saja tidak cukup untuk menjaga kesehatan mulut, karena sikat gigi tidak dapat menjangkau sela-sela gigi yang lebih sempit. Oleh karena itu, menggunakan benang gigi setiap hari sangat dianjurkan. Benang gigi berfungsi membersihkan area yang sulit dijangkau oleh sikat gigi dan mencegah penumpukan plak yang bisa menyebabkan bau mulut.

Gunakan sekitar 45 cm benang gigi dan lilitkan pada kedua jari tengah. Setelah itu, gerakkan benang secara perlahan di sela-sela gigi, mengikuti bentuk gigi dengan gerakan naik-turun. Lakukan dengan hati-hati agar tidak melukai gusi. 

Melakukan ini setelah sahur dapat membantu menjaga napas tetap segar lebih lama, karena tidak ada sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi.

Menjaga Kebersihan Lidah dan Menggunakan Obat Kumur

Selain gigi dan gusi, lidah juga memegang peranan penting dalam kesehatan mulut. Lidah bisa menjadi tempat penumpukan bakteri penyebab bau mulut jika tidak dibersihkan dengan baik. Walaupun gigi dan gusi sudah bersih, jika lidah tidak dibersihkan, bau mulut bisa tetap muncul.

Untuk membersihkan lidah, gunakan alat pembersih lidah khusus atau sikat gigi dengan sedikit pasta gigi. Gosok lidah perlahan dari belakang ke depan untuk menghilangkan lapisan bakteri. Setelah itu, gunakan obat kumur bebas alkohol untuk menjaga kesegaran napas. Pilih obat kumur yang tidak bercampur dengan fluoride untuk menjaga efektivitasnya.

Pilih Sikat Gigi dan Pasta Gigi yang Tepat

Menjaga kebersihan mulut juga membutuhkan pemilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan. Gunakan sikat gigi dengan bulu yang lembut dan gagang yang nyaman untuk digunakan. Untuk orang dewasa, pilih pasta gigi yang mengandung fluoride yang dapat melindungi enamel gigi dan mengurangi risiko gigi berlubang.

Bagi mereka yang memiliki masalah gigi sensitif, pilih pasta gigi yang diformulasikan khusus untuk gigi sensitif. Produk ini dapat membantu mengurangi iritasi gusi dan memberikan perlindungan maksimal bagi gigi.

Konsultasi dengan Dokter Gigi

Selain merawat gigi secara mandiri, periksakan gigi secara rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi masalah sejak dini, seperti gigi berlubang atau masalah pada gusi. Dokter gigi juga bisa memberikan saran mengenai produk perawatan gigi yang tepat untuk kondisi mulutmu.

Dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut selama puasa, kamu bisa merasa lebih percaya diri dan nyaman menjalani ibadah tanpa khawatir bau mulut mengganggu aktivitasmu.

Terkini