JAKARTA - Program Gentengisasi yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan terhadap penguatan industri material bangunan di Indonesia.
Dengan tujuan utama untuk menggerakkan sektor keramik dan genteng, program ini berpotensi mendorong kapasitas produksi industri lokal serta mendukung perekonomian perdesaan.
Tidak hanya sebatas sektor industri, namun program ini juga mengajak koperasi desa untuk berperan aktif dalam memproduksi bahan bangunan berkualitas, yang diharapkan bisa menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Meningkatkan Daya Saing Industri Genteng dan Keramik Nasional
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyambut baik program ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing industri genteng dan keramik dalam negeri.
Menurut Agus, dengan diterapkannya teknologi yang lebih maju dan penerapan standar yang lebih ketat, industri genteng nasional dapat menghasilkan produk berkualitas tinggi yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga bersaing di pasar global.
"Program gentengisasi ini merupakan momentum bagi industri genteng dan keramik untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing. Selain itu, hal ini juga dapat memperkuat struktur industri material bangunan dalam negeri,” ujar Agus.
Dengan demikian, program ini diharapkan mampu mendongkrak kapasitas produksi serta memperkenalkan inovasi yang lebih baik di sektor industri ini.
Pentingnya Standarisasi untuk Meningkatkan Kualitas Produk
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menekankan bahwa keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada penerapan standar kualitas yang konsisten. Sebagai salah satu kunci utama, standar mutu yang diterapkan dalam produksi genteng harus memenuhi kriteria yang ketat, baik untuk pasar domestik maupun internasional.
"Selain meningkatkan volume produksi, program gentengisasi harus memastikan bahwa produk genteng yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang terjamin. Hal ini akan menjadi elemen penting dalam menjaga daya saing produk lokal di pasar global,” ungkap Emmy.
Standardisasi ini diharapkan mampu memastikan bahwa produk genteng Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mampu bersaing dengan produk dari negara lain yang memiliki kualitas tinggi.
Untuk mendukung implementasi teknis di lapangan, program ini melibatkan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam (BBSPJIKMN), yang akan memberikan pendampingan dan konsultansi terkait penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan optimalisasi teknologi produksi bagi para pelaku industri.
Koperasi Desa Berperan dalam Penguatan Ekonomi Perdesaan
Program gentengisasi juga memberi peluang bagi koperasi desa untuk terlibat dalam produksi genteng berbasis teknologi. Dengan memanfaatkan sumber daya alam lokal dan teknologi yang lebih efisien, koperasi desa diharapkan dapat berkontribusi dalam menghasilkan produk genteng yang lebih terjangkau dan berkualitas.
Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menyebutkan bahwa koperasi desa memiliki potensi besar untuk menciptakan inovasi dalam sektor produksi material bangunan.
Salah satunya adalah dengan memanfaatkan limbah batubara yang dicampurkan dengan tanah liat untuk menghasilkan genteng yang lebih ringan namun lebih kuat.
“Melalui pendekatan baru ini, genteng bisa diproduksi dengan bahan baku lokal yang melimpah, seperti tanah liat, dan bahan tambahan dari limbah batubara. Produk ini akan lebih terjangkau dan dapat memiliki kualitas yang lebih unggul,” ujar Ferry.
Dengan teknologi dan bahan baku yang ada di desa, koperasi dapat memainkan peran kunci dalam mengembangkan industri genteng yang tidak hanya berorientasi pada profit tetapi juga pemberdayaan ekonomi perdesaan.
Pendekatan Teknologi dan Penggunaan Bahan Baku Lokal
Ferry juga menyoroti potensi penggunaan bahan baku lokal dalam program ini yang dapat menurunkan harga produksi genteng. Dengan adanya teknologi yang tepat, bahan baku lokal dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga menghasilkan produk genteng yang lebih murah namun tetap berkualitas.
“Dengan pendekatan yang tepat, genteng bisa diproduksi dengan harga yang lebih murah dan tetap memiliki daya saing. Ini adalah peluang besar bagi koperasi desa untuk menciptakan produk genteng yang terjangkau namun tetap memiliki kualitas yang baik,” tambahnya.
Ke depannya, diharapkan program gentengisasi dapat menciptakan inovasi baru dalam industri bangunan yang tidak hanya menguntungkan pihak industri, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap masyarakat desa.
Peran Strategis Program Gentengisasi untuk Ekonomi Lokal
Program ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah, khususnya desa, yang memiliki potensi besar dalam memproduksi material bangunan berkualitas dengan harga terjangkau.
Selain itu, dengan menggandeng koperasi desa sebagai mitra, pemerintah berharap agar ekonomi lokal dapat tumbuh dan berkembang, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat perdesaan.
Selain memperkuat industri bahan bangunan, program gentengisasi juga mengarah pada pemenuhan kebutuhan masyarakat akan rumah yang sehat dan terjangkau. Dengan menyediakan material bangunan yang lebih murah dan berkualitas, proyek ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan sosial serta memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia untuk memiliki rumah yang layak huni.