JAKARTA - Perusahaan asuransi jiwa yang berbentuk joint venture atau usaha patungan antara perusahaan lokal dan asing masih menguasai posisi teratas dalam industri asuransi jiwa Indonesia.
Berdasarkan riset terbaru mengenai laporan keuangan perusahaan-perusahaan asuransi jiwa per Desember 2025, sebanyak 8 dari 10 perusahaan asuransi jiwa dengan aset terbesar merupakan perusahaan berbasis joint venture.
Hanya dua perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh entitas lokal. Fenomena ini menunjukkan betapa besar pengaruh perusahaan patungan dalam mendorong pertumbuhan industri asuransi jiwa di Indonesia.
Faktor Pendukung Dominasi Perusahaan Joint Venture
Menurut Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), ada sejumlah faktor yang menyebabkan perusahaan asuransi jiwa joint venture lebih mendominasi dari segi aset. Direktur Eksekutif AAJI, Emira Oepangat, menjelaskan bahwa dukungan dari pemodal asing memberikan kapasitas yang lebih kuat dalam hal permodalan.
Hal ini tentu saja menjadi salah satu keunggulan yang memungkinkan perusahaan-perusahaan ini untuk lebih cepat mengembangkan produk dan layanan, serta meningkatkan tata kelola perusahaan.
"Dengan adanya pengalaman global dan penerapan standar internasional dalam manajemen risiko, perusahaan asuransi jiwa joint venture dapat lebih inovatif dalam mengembangkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia," ujar Emira.
Selain itu, dukungan dari pemodal asing juga memberikan akses kepada teknologi dan sistem operasional yang lebih canggih, yang berkontribusi pada keunggulan perusahaan patungan ini dalam hal layanan dan efisiensi.
Perusahaan Asuransi Lokal Terus Meningkatkan Daya Saing
Meski perusahaan asuransi jiwa joint venture mendominasi pasar, Emira menyebutkan bahwa perusahaan asuransi lokal juga terus berupaya untuk memperkuat daya saing mereka. Hal ini tercermin dari komposisi perusahaan asuransi dengan aset terbesar yang relatif berimbang antara perusahaan patungan dan perusahaan lokal.
Emira menjelaskan bahwa perusahaan asuransi lokal semakin adaptif dalam melakukan transformasi bisnis, memperluas jangkauan distribusi, serta meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.
"Perusahaan lokal semakin menyadari pentingnya adaptasi terhadap tren industri, dan mereka juga mulai menggali potensi teknologi digital untuk memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan efisiensi operasional," tambahnya.
Dengan demikian, meskipun perusahaan patungan masih menguasai pasar, perusahaan asuransi lokal menunjukkan perkembangan yang signifikan dan semakin mampu bersaing dengan perusahaan asing.
Daftar Perusahaan Asuransi Jiwa dengan Aset Terbesar
Berdasarkan riset yang dilakukan, berikut adalah 10 perusahaan asuransi jiwa dengan aset terbesar di Indonesia per Desember 2025:
1. PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia - Dengan aset mencapai Rp 67,49 triliun, perusahaan ini menduduki posisi pertama. Mayoritas sahamnya dimiliki oleh Manulife Financial (Singapore) Pte. Ltd. sebesar 95%.
2. PT Indolife Pensiontama - Memiliki aset Rp 65,47 triliun, dengan kepemilikan mayoritas oleh PT Lintas Sejahtera Langgeng dan PT Cakra Intan Sakti masing-masing sebesar 49,73%.
3. PT Prudential Life Assurance - Aset perusahaan ini mencapai Rp 61,62 triliun, dengan mayoritas kepemilikan dipegang oleh Prudential Corporation Holdings Limited (94,62%).
4. PT Axa Mandiri Financial Services - Memiliki aset Rp 43,97 triliun, dengan kepemilikan mayoritas oleh PT Bank Mandiri (51%) dan National Mutual International Pty. Ltd. (49%).
5. PT AIA Financial - Dengan aset sebesar Rp 42,88 triliun, mayoritas sahamnya dimiliki oleh AIA International Limited (94,99%).
6. PT Asuransi Allianz Life Indonesia - Aset perusahaan ini mencapai Rp 37,27 triliun, dengan mayoritas saham dimiliki oleh Allianz of Asia Pacific & Africa GmbH (99,76%).
7. PT Asuransi Jiwa IFG - Memiliki aset Rp 32,77 triliun, dengan kepemilikan mayoritas oleh PT Bahana Pembina Usaha Indonesia (99,99%).
8. PT BNI Life Insurance - Aset perusahaan ini sebesar Rp 28,73 triliun, dengan mayoritas saham dimiliki oleh PT Bank Negara Indonesia (60%) dan Sumitomo Life Insurance Company (39,99%).
9. PT Asuransi BRI Life - Memiliki aset Rp 27,51 triliun, dengan mayoritas saham dipegang oleh PT Bank Rakyat Indonesia (51%) dan FWD Manajemen Holdings (43,96%).
10. PT Asuransi Jiwa Sequis Life - Dengan aset Rp 23,43 triliun, mayoritas sahamnya dimiliki oleh PT Sequis (68,34%) dan PT Gunung Sewu Kapital (31,65%).
Peluang Perusahaan Asuransi Lokal dalam Persaingan
Terkait dengan dominasi perusahaan asuransi jiwa joint venture, pengamat asuransi Irvan Rahardjo menyatakan bahwa ada beberapa alasan mengapa perusahaan patungan masih unggul dalam hal penguasaan pasar dan aset.
"Perusahaan asuransi joint venture memang dikenal memiliki banyak keunggulan, mulai dari permodalan yang kuat, tata kelola yang baik, teknologi yang canggih, hingga produk-produk yang lebih inovatif," kata Irvan.
Namun, meskipun tantangan bagi perusahaan asuransi lokal untuk menembus posisi teratas di pasar sangat besar, Irvan juga menyebutkan bahwa perusahaan lokal masih memiliki peluang untuk berkembang.
"Perusahaan lokal harus lebih fokus pada pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia, serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pelayanan kepada nasabah," tambahnya.
Menurut Irvan, meskipun peluang perusahaan lokal untuk masuk ke dalam 10 besar agak terbatas, bukan berarti mereka tidak dapat bersaing. Kunci keberhasilan terletak pada kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan industri dan permintaan nasabah yang terus berkembang.