KKP Pastikan Program MBG Tidak Pengaruhi Kenaikan Harga Ikan

Jumat, 20 Februari 2026 | 11:48:39 WIB
KKP Pastikan Program MBG Tidak Pengaruhi Kenaikan Harga Ikan

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan klarifikasi mengenai isu kenaikan harga sejumlah komoditas ikan di pasar yang diduga terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat ini ternyata tidak berpengaruh terhadap keseimbangan pasokan ikan di dalam negeri. Menurut KKP, kebutuhan ikan untuk program MBG dapat dipenuhi tanpa mengganggu pasokan ikan nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud, menegaskan bahwa pasokan ikan nasional dalam kondisi aman dan tidak terganggu oleh program MBG. 

“Kenaikan harga ikan tidak ada kaitannya dengan program MBG, karena untuk komoditas seperti lele dan nila, stoknya sudah tersedia dan tidak mengganggu pasar,” jelas Machmud.

Dengan begitu, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya lonjakan harga ikan akibat program pemerintah tersebut.

Peran Program Strategis dalam Meningkatkan Produksi Ikan

KKP juga menjelaskan bahwa program-program strategis yang sedang dijalankan oleh pemerintah justru akan memperkuat pasokan ikan di Indonesia. 

Salah satunya adalah program Budidaya Ikan Nila Salin (BINS), yang bertujuan untuk meningkatkan produksi ikan di kawasan pesisir dan perairan yang sebelumnya belum optimal.

 Program ini juga akan diperkuat dengan pengembangan kawasan pesisir melalui reklamasi Pantai Utara (Pantura), yang diharapkan dapat menghasilkan sumber protein ikan yang lebih banyak.

“Ke depan, dengan adanya program BINS yang sedang dikembangkan, serta proyek reklamasi Pantura, kami akan dapat meningkatkan produksi ikan. Dengan demikian, kebutuhan ikan untuk program MBG yang mencapai 82,9 juta ikan, akan dapat dipenuhi dengan baik,” ujar Machmud.

 Program-program tersebut dirancang untuk memastikan ketahanan pangan nasional, khususnya dalam hal ketersediaan sumber protein dari ikan.

Kenaikan Harga Ikan Terjadi di Beberapa Wilayah

Meski KKP memastikan pasokan ikan tetap aman secara nasional, beberapa daerah mengalami kenaikan harga pada beberapa komoditas ikan. Direktur Kepelabuhan Perikanan KKP, Ady Candra, mengakui adanya kenaikan harga ikan cakalang di sejumlah wilayah Sulawesi, meskipun secara keseluruhan harga ikan nasional tetap stabil. 

Selain itu, kenaikan juga tercatat pada komoditas cumi di Jakarta dan Jawa Tengah, serta ikan kakap di beberapa daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Gorontalo, dan Jakarta.

Namun, Ady menambahkan bahwa kenaikan harga ikan ini lebih bersifat lokal dan tidak berdampak pada pasokan secara keseluruhan. 

“Kenaikan harga terbatas pada beberapa komoditas dan wilayah. Untuk komoditas seperti tuna, harganya dominan stabil, meski ada kenaikan di Sulawesi Utara karena konsumsi lokal yang tinggi,” jelasnya. 

Oleh karena itu, meskipun ada fluktuasi harga di beberapa tempat, secara umum harga ikan di pasar Indonesia masih tergolong wajar dan tidak membebani konsumen.

Faktor Musim Pengaruhi Produksi Ikan Tangkap

KKP juga mencatat adanya penurunan produksi perikanan tangkap pada periode Januari hingga Maret 2026. Penurunan ini diperkirakan disebabkan oleh faktor cuaca dan musim yang kurang mendukung. 

Menurut Ady, kondisi cuaca yang tidak menentu mempengaruhi pola penangkapan ikan, sehingga produksi ikan tangkap menjadi lebih rendah dibandingkan periode normal.

“Prognosa produksi perikanan tangkap hingga Maret 2026 diperkirakan hanya sekitar 7,3 juta ton, lebih rendah dari periode normal. Penurunan ini dipengaruhi oleh pola musim yang kurang stabil dan kondisi cuaca yang tidak bersahabat bagi para nelayan,” kata Ady. 

Meski demikian, KKP optimis bahwa produksi ikan akan kembali meningkat seiring dengan berjalannya waktu dan perbaikan kondisi cuaca.

Terkini