JAKARTA - Akses pembiayaan kerap menjadi tantangan utama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Tanpa dukungan penjaminan yang memadai, banyak UMKM sulit menembus perbankan dan memperluas skala usahanya.
Di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, peran lembaga penjaminan menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat ekosistem pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) berkomitmen memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah dan koperasi (UMKM-K) di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sepanjang 2025, Jamkrindo Kantor Wilayah Semarang mencatatkan volume penjaminan Rp 35,8 triliun dengan jumlah UMKM-K terjamin 577.454 pelaku usaha yang menyerap tenaga kerja hingga 2,3 juta orang.
Pemimpin Wilayah Semarang Jamkrindo, Sugiyono menjelaskan bahwa data tersebut mengonfirmasi peran Jamkrindo sebagai mitra strategis UMKM-K di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Wilayah kerja Kantor Wilayah Semarang meliputi kantor cabang dan kantor unit pelayanan di Semarang, Tegal, Purwokerto, Kudus, Solo, Yogyakarta, Magelang, Cilacap, dan Pekalongan.
"Kami percaya bahwa UMKM-K adalah fondasi utama perekonomian nasional. Melalui penjaminan, Jamkrindo membantu UMKM-K di Jawa Tengah dan DIY agar lebih mudah mengakses pembiayaan dari perbankan dan lembaga keuangan. Dengan akses permodalan yang lebih inklusif, para pelaku UMKM-K dapat meningkatkan skala usaha, memperluas lapangan kerja, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Sugiyono.
Peran Strategis Penjaminan Bagi UMKM-K
Ia menambahkan, kontribusi Jamkrindo di Jawa Tengah dan DIY tidak hanya melalui penjaminan program pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), tetapi juga melalui berbagai produk penjaminan non-program. Produk non-program tersebut meliputi penjaminan kredit umum, penjaminan kredit mikro, surety bond, customs bond, kontra bank garansi, penjaminan distribusi barang, dan lainnya.
Dengan portofolio layanan yang lengkap, Jamkrindo berperan sebagai katalisator dalam membangun ekosistem pembiayaan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan bagi UMKM-K dan pelaku usaha lainnya.
"Keberadaan Jamkrindo di Jawa Tengah dan DIY bukan hanya sebagai penyedia layanan penjaminan semata, tetapi juga sebagai mitra yang menjembatani sinergi antara perbankan, pemerintah, dan pelaku usaha. Dengan inovasi produk penjaminan dan komitmen menjalankan prinsip tata kelola yang baik, Jamkrindo siap memperluas dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat," ujarnya.
Sebagai perusahaan penjaminan terbesar di Indonesia dan anggota holding Indonesia Financial Group (IFG), Jamkrindo berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menyediakan solusi penjaminan yang mendukung pertumbuhan UMKM-K.
"Kami hadir untuk terus membantu UMKM-K agar bisa tumbuh dan berkembang," ujar Sugiyono.
Kisah UMKM Tumbuh Bersama Jamkrindo
Salah satu kisah nyata yang menunjukkan dampak program Jamkrindo adalah perjalanan usaha kuliner milik Narista Hastarini, pelaku UMKM asal Semarang, yang berhasil tumbuh dari usaha rumahan hingga mampu mengembangkan bisnisnya GBOB Snack and Catering. Narista menuturkan bahwa awal mula usahanya dirintis pada masa pandemi.
Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, ia dan keluarga melihat peluang di sektor kuliner hingga mengembangkan usaha dessert rumahan, khususnya produk mille crepes.
Namun pada fase awal, usaha tersebut masih menghadapi tantangan utama yang umum dialami UMKM-K, yakni keterbatasan permodalan dan belum memiliki kesiapan untuk mengakses pembiayaan perbankan.
Melalui pendampingan Jamkrindo, Narista memperoleh dukungan permodalan awal melalui Program Pinjaman Kemitraan sebesar Rp 20 juta yang dimanfaatkan untuk memperbaiki dapur produksi dan melengkapi peralatan usaha.
Jamkrindo juga memberikan pendampingan berkelanjutan melalui pelatihan manajemen usaha, pengelolaan produksi, keamanan pangan, hingga pemasaran digital, yang mendorong usaha Narista semakin berkembang dan adaptif mengikuti tren produk.
Seiring meningkatnya skala usaha dan penguatan kapasitas manajemen, pada tahun 2025 Narista mulai melakukan ekspansi dengan memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) yang dijamin oleh Jamkrindo.
Keberhasilan Narista tersebut menjadi bukti bahwa UMKM-K yang sebelumnya belum bankable dapat naik kelas dan lebih siap mengakses pembiayaan formal secara berkelanjutan.
Dukungan Bagi Sektor Konstruksi
Selain mendukung UMKM-K sektor kuliner, Jamkrindo juga membantu pelaku usaha agar dapat mengikuti tender proyek pemerintah melalui layanan penjaminan. Dalam industri konstruksi, kredibilitas dan kemampuan memenuhi persyaratan jaminan menjadi faktor penentu untuk memenangkan proyek, khususnya proyek strategis pemerintah.
Di tengah kebutuhan tersebut, Jamkrindo hadir sebagai mitra penjaminan yang memberikan kepastian dan memperkuat kepercayaan pemberi kerja kepada pelaku usaha. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur PT Valentara Sarana Raya Triyanto Dwi Hastanto, perusahaan konstruksi yang bergerak di bidang pembangunan infrastruktur sipil seperti jembatan, jalan layang, fly over, dan underpass.
Ia mengakui bahwa keberadaan Jamkrindo telah menjadi solusi penting bagi perusahaannya dalam mendukung kelancaran partisipasi pada berbagai proyek strategis. Selama tiga tahun terakhir, Triyanto merasa terbantu oleh kehadiran Jamkrindo melalui berbagai produk yang dimiliki seperti suretybond dan kontra bank garansi.
"Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, kami membutuhkan jaminan yang kredibel untuk dapat dipercaya mitra dan pemberi kerja. Bagi kami, pelayanan Jamkrindo selama ini sangat responsif dan mampu mendukung kelancaran bisnis kami," tutup Triyanto.
Melalui berbagai layanan tersebut, Jamkrindo tidak hanya memperkuat akses pembiayaan, tetapi juga mendorong daya saing pelaku usaha di berbagai sektor. Penjaminan yang diberikan menjadi jembatan antara dunia usaha dan lembaga keuangan, sekaligus memperluas peluang pertumbuhan ekonomi daerah.