JAKARTA - Kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional menunjukkan penguatan pada awal 2026.
Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mencerminkan optimisme yang tetap terjaga, seiring dengan persepsi positif konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi ke depan.
Peningkatan keyakinan ini menjadi sinyal bahwa daya beli dan pandangan masyarakat terhadap perekonomian masih berada pada jalur yang kondusif.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Januari 2026 tercatat berada di level optimis, melanjutkan tren positif yang telah terlihat sejak akhir tahun lalu.
Kenaikan indeks ini tidak hanya mencerminkan kondisi ekonomi yang dinilai membaik, tetapi juga menunjukkan ekspektasi masyarakat yang semakin kuat terhadap stabilitas dan prospek ekonomi nasional.
Keyakinan Konsumen Tetap Terjaga Awal Tahun
Survei Konsumen Bank Indonesia mengindikasikan bahwa keyakinan konsumen tetap terjaga pada Januari 2026. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen Januari 2026 yang berada pada level optimis atau di atas angka 100, yakni sebesar 127,0. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan indeks pada bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 123,5.
Peningkatan ini menandakan bahwa konsumen memandang kondisi ekonomi nasional masih cukup baik, sekaligus memiliki harapan yang positif terhadap perkembangan ekonomi dalam beberapa bulan ke depan. Indeks di atas level 100 menunjukkan bahwa mayoritas responden berada dalam kategori optimis terhadap kondisi ekonomi.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan bahwa peningkatan keyakinan konsumen tersebut merupakan refleksi dari membaiknya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini serta meningkatnya optimisme terhadap prospek ekonomi ke depan.
Peran Kondisi Ekonomi Dan Ekspektasi Konsumen
Denny menjelaskan bahwa meningkatnya keyakinan konsumen pada Januari 2026 ditopang oleh kenaikan dua komponen utama, yakni Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Pada Januari 2026, IKE tercatat sebesar 115,1, sementara IEK berada di level 138,8.
“Ini lebih tinggi dibandingkan indeks bulan sebelumnya sebesar 111,4 dan 135,6,” tutur Denny.
Kenaikan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini menunjukkan bahwa konsumen menilai kondisi ekonomi saat ini lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya. Persepsi tersebut mencakup pandangan terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, serta kondisi usaha secara umum.
Sementara itu, peningkatan Indeks Ekspektasi Konsumen mengindikasikan semakin kuatnya optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan. Konsumen memandang prospek penghasilan, kegiatan usaha, dan peluang kerja dalam jangka pendek hingga menengah akan tetap berada dalam tren positif.
Perbedaan Persepsi Berdasarkan Pengeluaran Dan Usia
Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen pada Januari 2026 tercatat meningkat pada hampir seluruh kelompok. Peningkatan ini menunjukkan bahwa optimisme tidak hanya dirasakan oleh kelompok tertentu, tetapi relatif merata di berbagai lapisan masyarakat.
Namun demikian, terdapat satu kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yakni kelompok dengan pengeluaran Rp 4,1 juta hingga Rp 5 juta. Pada kelompok ini, indeks keyakinan konsumen turun menjadi sebesar 124,2. Meski menurun, indeks tersebut masih berada pada level optimis.
Dari sisi kelompok usia, peningkatan IKK terjadi pada sebagian besar responden. Indeks tertinggi tercatat pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun, dengan nilai sebesar 134,2. Hal ini mencerminkan optimisme generasi muda terhadap kondisi ekonomi dan peluang ke depan, terutama terkait pekerjaan dan penghasilan.
Sebaliknya, pada kelompok usia 51 hingga 60 tahun, IKK tercatat mengalami penurunan ke level 112,4. Penurunan ini menunjukkan adanya kehati-hatian yang lebih tinggi pada kelompok usia tersebut dalam memandang kondisi ekonomi, meskipun indeksnya masih berada di zona optimis.
Sebaran Optimisme Di Berbagai Daerah
Secara spasial, hasil survei Bank Indonesia menunjukkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen mengalami peningkatan di mayoritas kota yang disurvei. Hal ini menandakan bahwa optimisme konsumen tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, melainkan relatif menyebar di berbagai daerah.
Peningkatan IKK paling menonjol tercatat di beberapa kota, antara lain Semarang, Palembang, dan Padang. Kenaikan indeks di kota-kota tersebut mencerminkan persepsi positif masyarakat terhadap aktivitas ekonomi di daerah masing-masing.
Optimisme yang meningkat di berbagai wilayah ini sejalan dengan membaiknya aktivitas ekonomi daerah, baik dari sisi konsumsi rumah tangga maupun kegiatan usaha. Kondisi tersebut turut memperkuat keyakinan masyarakat terhadap stabilitas ekonomi nasional secara keseluruhan.
Dengan tetap terjaganya keyakinan konsumen pada awal 2026, Bank Indonesia menilai bahwa kondisi ini menjadi modal penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Tingkat optimisme yang tinggi diharapkan dapat mendorong konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.