JAKARTA - Industri penjaminan di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Hingga akhir 2025, total aset perusahaan penjaminan tercatat mencapai Rp47,51 triliun, naik 2,43% dibanding periode sebelumnya.
Pertumbuhan ini mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap sektor penjaminan yang kian strategis dalam mendukung berbagai kegiatan ekonomi, termasuk investasi dan perdagangan.
Sementara itu, di sisi pasar komoditas, harga emas Antam di Pegadaian mengalami penurunan pada hari Sabtu, 7 Februari 2026, dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Fluktuasi ini menunjukkan dinamika harga emas yang masih sensitif terhadap kondisi ekonomi global dan lokal, sekaligus menjadi perhatian bagi investor maupun masyarakat yang ingin berinvestasi emas sebagai aset aman.
Dengan pertumbuhan aset penjaminan yang positif dan perubahan harga emas terkini, masyarakat mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai peluang dan risiko di dunia finansial. Berikut pembahasan lebih rinci mengenai tren pasar emas dan penjaminan di Indonesia.
Pertumbuhan Aset Perusahaan Penjaminan Menjadi Sorotan
Perusahaan penjaminan di Indonesia menunjukkan kinerja positif. Aset yang mencapai Rp47,51 triliun per akhir 2025 mencerminkan peningkatan sebesar 2,43% dibanding periode sebelumnya.
Pertumbuhan ini diharapkan mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta proyek-proyek infrastruktur yang membutuhkan jaminan finansial.
Para analis menilai, pertumbuhan ini juga menjadi indikator kepercayaan pasar terhadap stabilitas perusahaan penjaminan. Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, peningkatan aset perusahaan penjaminan menunjukkan kesiapan industri dalam menghadapi tantangan finansial dan menjaga kepercayaan nasabah.
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini
Harga emas Antam di Pegadaian pada Sabtu, 7 Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan perdagangan sebelumnya. Hal ini tercermin dari harga jual dan buyback berbagai ukuran emas Antam. Berikut daftar harga emas Antam dalam bentuk poin-poin:
Emas 0,5 gram:
Harga jual: Rp1.645.000
Harga buyback: Rp1.380.000
Emas 1 gram:
Harga jual: Rp3.178.000
Harga buyback: Rp2.761.000
Emas 2 gram:
Harga jual: Rp6.292.000
Harga buyback: Rp5.522.000
Emas 3 gram:
Harga jual: Rp9.411.000
Harga buyback: Rp8.284.000
Emas 5 gram:
Harga jual: Rp15.648.000
Harga buyback: Rp13.807.000
Emas 10 gram:
Harga jual: Rp31.235.000
Harga buyback: Rp27.614.000
Emas 25 gram:
Harga jual: Rp77.949.000
Harga buyback: Rp68.697.000
Emas 50 gram:
Harga jual: Rp155.810.000
Harga buyback: Rp137.394.000
Emas 100 gram:
Harga jual: Rp311.534.000
Harga buyback: Rp274.789.000
Emas 250 gram:
Harga jual: Rp778.542.000
Harga buyback: Rp683.590.000
Emas 500 gram:
Harga jual: Rp1.556.852.000
Harga buyback: Rp1.367.181.000
Emas 1.000 gram (1 kilogram):
Harga jual: Rp3.113.660.000
Harga buyback: Rp2.734.362.000
Investasi Emas dan Pilihan Alternatif Finansial
Kondisi harga emas yang fluktuatif membuat investor perlu mempertimbangkan strategi investasi. Emas tetap menjadi aset favorit karena nilai intrinsiknya yang stabil, terutama saat ekonomi menghadapi ketidakpastian.
Namun, ada juga alternatif lain, seperti bitcoin, yang kini diminati kalangan tertentu karena potensi keuntungan yang tinggi meski volatilitasnya lebih ekstrem.
Bagi investor konservatif, emas menjadi pilihan aman. Sedangkan bagi yang lebih berani mengambil risiko, kombinasi antara emas dan aset digital dapat memberikan portofolio yang seimbang.
Para pakar keuangan menekankan pentingnya memahami tujuan investasi dan jangka waktu sebelum memilih instrumen keuangan tertentu.