Program MBG Dinilai Penting Saat Ekonomi Global Bergejolak

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:44:51 WIB
Program MBG Dinilai Penting Saat Ekonomi Global Bergejolak

JAKARTA - Ketahanan pembangunan manusia kerap diuji justru ketika kondisi ekonomi berada dalam tekanan. Situasi global yang bergejolak memunculkan perdebatan mengenai prioritas belanja negara, termasuk keberlanjutan berbagai program sosial. 

Di tengah dinamika tersebut, Program Makan Bergizi Gratis tetap dipandang memiliki peran strategis karena menyentuh kebutuhan paling mendasar anak, yakni pemenuhan gizi yang berkaitan langsung dengan kesehatan, kemampuan belajar, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. 

Perspektif ini menempatkan kebijakan gizi bukan sekadar bantuan jangka pendek, melainkan investasi sosial yang menentukan arah pembangunan bangsa dalam jangka panjang.

Perdebatan Program Sosial di Tengah Tekanan Ekonomi

Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu kebijakan yang disorot ketika tekanan ekonomi global meningkat dan ruang fiskal negara terbatas. Perdebatan muncul mengenai urgensi keberlanjutan program tersebut di tengah kebutuhan pengelolaan anggaran yang hati-hati. 

Namun, sejumlah pengamat menilai keberadaan program ini tetap diperlukan sebagai bentuk intervensi sosial yang berdampak langsung terhadap kualitas manusia Indonesia.

“Dinamika ekonomi global ini tidak hanya dirasakan Indonesia. Seluruh negara di dunia juga menempuh ini. Ada India India juga tidak lepas dari gejolak ekonomi dunia, juga Brazil, dan Amerika. Tapi tetap ada tanggung-jawab sosial negara yang harus dipenuhi dan mereka tidak menghentikan program midday meal-nya. Saya pikir ada banyak instrumen kebijakan yang bisa ditawarkan pemerintah untuk bisa memitigasi atau mengatasi dinamika ekonomi, tanpa harus mengorbankan MBG," ujar pengamat kebijakan publik Fakhrido Susilo.

Pandangan tersebut menegaskan bahwa tekanan ekonomi tidak serta-merta menjadi alasan menghentikan program perlindungan sosial yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah yang sedang berada pada fase penting pertumbuhan.

Intervensi Gizi sebagai Fondasi Masa Depan Bangsa

Fakhrido menilai MBG merupakan intervensi fundamental bagi masa depan bangsa. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, negara tetap memiliki tanggung jawab memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi sebagai dasar pembangunan manusia jangka panjang. 

Pemenuhan nutrisi yang memadai sejak usia dini diyakini berkaitan erat dengan kemampuan kognitif, kesehatan, serta kesiapan generasi muda menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.

Pendekatan ini menempatkan kebijakan gizi sebagai investasi strategis, bukan sekadar program bantuan konsumsi. Ketika kualitas manusia diperkuat sejak awal, dampaknya dapat dirasakan dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga produktivitas ekonomi nasional pada periode berikutnya.

Realitas Beban Keluarga dan Peran Negara

Ia juga menyoroti kondisi sebagian orang tua di Indonesia yang harus bekerja lebih dari satu pekerjaan, seperti buruh pada pagi hari dan pengemudi ojek daring pada sore hari. 

Situasi tersebut kerap membuat perhatian terhadap pemenuhan gizi anak menjadi terabaikan karena keterbatasan waktu maupun sumber daya keluarga.

Dalam konteks inilah MBG dinilai memiliki fungsi sosial yang nyata, yakni membantu meringankan beban keluarga sekaligus memastikan anak tetap memperoleh asupan bergizi. 

Kehadiran program negara menjadi pelengkap peran keluarga dalam menjaga kualitas tumbuh kembang anak, terutama bagi kelompok masyarakat yang menghadapi tekanan ekonomi lebih besar.

Menjaga Investasi Sosial di Masa Ketidakpastian

Penilaian terhadap pentingnya MBG menunjukkan bahwa kebijakan sosial tidak dapat dilepaskan dari tujuan pembangunan jangka panjang. Meskipun kondisi ekonomi global menuntut kehati-hatian fiskal, investasi pada kualitas manusia tetap menjadi prioritas strategis. 

Program pemenuhan gizi anak dipandang sebagai salah satu instrumen paling mendasar untuk menjaga keberlanjutan pembangunan, karena dampaknya menyentuh generasi masa depan secara langsung.

Dengan demikian, diskusi mengenai MBG tidak hanya berkisar pada persoalan anggaran, tetapi juga pada komitmen negara dalam memastikan setiap anak memperoleh hak dasar atas gizi yang layak. Keberlanjutan program ini mencerminkan upaya menjaga fondasi pembangunan manusia agar tetap kokoh meskipun menghadapi tekanan ekonomi global yang tidak menentu.

Terkini